Empat Sektor Penopang Perekonomian Kalbar, Bank Indonesia Dorong Adanya Percepatan

Untuk menciptakan stabilitas sistem keuangan yang stabil Prijono menilai perlu mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Empat Sektor Penopang Perekonomian Kalbar, Bank Indonesia Dorong Adanya Percepatan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINI
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 yang digelar Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bank Indonesia di Lantai 4, Keriang Bandong, Bank Indonesia Kalbar (13/12/2018). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Prijono mengatakan saat ini perekonomian Kalbar ditopang empat sektor, pertama pertanian, kedua industri pengolahan, ketiga perdagangan dan keempat konstruksi.

Untuk menciptakan stabilitas sistem keuangan yang stabil Prijono menilai perlu mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Baca: Ciptakan Stabilitas Sistem Keuangan, BI Dorong Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Dari Sektor Berikut

Baca: Gubernur Kalbar Serahkan DIPA dan TKDD Kalbar Tahun 2019, Ini Rinciannya

Tak hanya mendorong sumber perekonomian baru dengan tidak bergantung pada Sumber Daya Alam, ia menilai perlunya meningkatkan sektor yang sudah ada.

"Ditengah kondisi perekonomian global, perekonomian Kalbar tumbuh lebih baik dari tahun 2017 hanya saja pertumbuhan tidak lebih cepat. Kita bisa membuatnya lebih cepat dengan beberapa catatan. Selama ini kita banyak didorong oleh konsumsi ke depan bagaimana caranya tidak hanya ditopang pada konsumsi tetapi investasi dan ekspor," ujar Prijono.

Hal tersebut disampaikan Prijono dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 yang digelar Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bank Indonesia di Lantai 4, Keriang Bandong, Bank Indonesia Kalbar (13/12/2018).

Ekspor Kalbar saat ini diakuinya sangat tergantung pada sumber daya alam diantaranya sawit dan karet. Perlu inovasi untuk peningkatan sektor-sektor yang belum tergarap maksimal. Peningkatan diberbagai sektor katanya sangat berperan dalam mempercepat perekonomian Kalbar.

Hilirisasi dan alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru perlu terus didorong. Komitmen, teknologi, inovasi, Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, infrastruktur yang memadai, menjadi isu strategis. Di sisi lain kata Prijono, masih cukup kuatnya permintaan domestik menjadi pendorong peningkatan pertumbuhan impor luar negeri sepanjang 2018.

"Ke depan kita harus mencari sumber pertumbuhan perekonomian baru seperti sektor pariwisata. Tentunya dengan tidak mengabaikan sektor yang sudah ada seperti pertanian tetapi pertanian tetap ditingkatkan. Seperti industri pengolahan juga bisa kita tingkatkan hilirisasi, teknologi, listrik dan sebagainya," ungkapnya.

Tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan, dimana kata Prijono ekonomi global bergerak penuh ketidakpastian, di saat Kalbar tengah berupaya mendorong momentum perekonomian nasional. Namun, ia memastikan kinerja ekonomi Kalbar sejauh ini cukup baik di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.

Kinerja perekonomian Kalbar hingga triwulan III 2018 tercatat cukup baik. Pertumbuhan ekonomi Kalbar sepanjang triwulan I sampai III 2018 ini tercatat sebesar 5,09 persen (ytd), yang didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Hal ini tercermin dari meningkatnya kinerja sektor perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta penyediaan akomodasi makan dan minum.

Halaman
12
Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved