Tren Inflasi Akhir Tahun Meningkat, Namun Tetap Terkendali

Tekanan Inflasi Kalimantan Barat menjelang akhir tahun sedikit meningkat namun masih tetap terkendali

Tren Inflasi Akhir Tahun Meningkat, Namun Tetap Terkendali
TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI
Grafik perkembangan inflasi 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tekanan Inflasi Kalimantan Barat menjelang akhir tahun sedikit meningkat
namun masih tetap terkendali.

Provinsi Kalbar pada November 2018 mengalami inflasi yang didorong oleh naiknya tarif angkutan udara dan harga beberapa komoditas bahan pangan.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Provinsi Kalbar, Prijono mengatakan inflasi IHK Provinsi Kalbar pada November 2018 tercatat sebesar 0,17 persen (month to month/mtm) atau 3,25 persen (year on year/yoy).

Baca: Antisipasi Inflasi Jelang Natal dan Tahun Baru, TPID Kota Pontianak Gelar High Level Meeting

Secara bulanan, inflasi IHK yang terjadi di Provinsi Kalbar lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,27 persen (mtm). Sementara itu, secara tahunan, inflasi IHK Provinsi Kalbar lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi IHK nasional yang tercatat sebesar 3,23 persen (yoy).

"Peningkatan tarif angkutan udara terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah penumpang menjelang akhir tahun. Adapun kenaikan harga komoditas bahan pangan terutama disumbang oleh kangkung dan bayam," ujar Prijono, Rabu (12/12/2018).

Kenaikan harga kedua komoditas ini dipengaruhi oleh terganggunya pasokan akibat faktor cuaca. Sementara itu, komoditas bahan pangan yang menahan inflasi lebih tinggi adalah kacang panjang, telur ayam ras, ikan tongkol, buncis, dan ketimun.

Menjelang akhir tahun, tekanan harga diperkirakan kembali terjadi, namun pada tingkat yang terkendali. Terdapat beberapa risiko inflasi yang perlu diperhatikan yaitu penyesuaian harga komoditas seiring pergerakan harga minyak dunia, serta anomali cuaca yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pasokan bahan pangan.

"Dalam rangka pengendalian inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalbar akan terus memperkuat koordinasi kebijakan," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved