Citizen Reporter
Tingkatkan Kapasitas Pengurus, KMKS Gelar Kajian Ilmiah
Dalam proses kegiatan tersebut, peserta dibagi menjadi empat kelompok. Yaitu kelompok Pendidikan, kelompok pengawasan Korupsi,
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Dhita Mutiasari
Citizen Reporter
Rixsy
Mahasiswa Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Dalam rangka meningkatkan kapasitas Pengurus dan Mahasiswa lainya, Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) gelar kajian Ilmiah dengan tema “Cara Mudah Menganalisis Karya Tulis Ilmiah dengan Metode Analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, threat)”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat KMKS Jl. Karya Baru Gg. Karya Baru 1 No.28 Pontianak Selatan. Minggu, 09/12/2018 sore.
Kegiatan ini merupakan salah satu program rutin KMKS yang terus berlangsung dan bertujuan untuk memberikan pendidikan lanjutan kepada kader KMKS, baik yang tinggal di sekretariat atau di luar sekretariat.
Baca: Bonus Demografi dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Kalimantan Barat
Baca: Pernikahan Daus Mini & Selviana, Dari Minum Obat Tidur Hingga Cewek Dituding Selingkuhannya Datang
“Kegiatan seperti ini guna untuk meningkatkan kapasitas pengurus KMKS dan seluruh kepada siapa saja Mahasiswa asal Sambas khususnya yang berniat untuk menambah pengetahuan lebih karena ilmu seperti ini sangat jarang didapatkan di bangku kuliah," ujar Pani selaku Departemen Kesekretariatan KMKS sekaligus Moderator dalam kegiatan ini.
Pani berharap seluruh peserta dapat menganalisis persoalan secara mendalam.
Hujan tidak menjadi suatu halangan untuk keberlangsungan kegiatan ini. Puluhan peserta yang ikut tetap dengan antusias pada kegiatan tersebut yang berlangsung selama 2 (dua) jam dan proses dinamika selama 30 menit, dan masing – masing kelompok diberikan waktu selama 5 menit untuk mempresentasikan hasil yang telah mereka diskusikanya sebelumnya.
Dalam proses kegiatan tersebut, peserta dibagi menjadi empat kelompok. Yaitu kelompok Pendidikan, kelompok pengawasan Korupsi, kelompok NGO lingkungan, dan yang terakhir adalah kelompok pertambangan.
"Dengan analisis SWOT akan memudahkan kita dalam menganalisis karya tulis ilmiah, konteks dalam koran, makalah, dan artikel jurnal," ujar Pemateri SWOT, Firdaus.
Ia pun melanjutkan, dalam kajian karya tulis ilmiah dengan metode analisis SWOT, merupakan suatu kegiatan yang inovatif, kreatif dan aktif. Sebab, setelah penyampaian materi yang sudah dipaparkan oleh pematari, mahasiswa lansung mempraktekkan dengan menganalisis permasalahan melalui koran yang sudah dipersiapkan oleh panitia.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh salah satu dosen IAIN, yakni Rangga Ramadhany Alsyaibany, M.Pd.
Beliau mengungkapkan "Dengan adanya kegiatan belajar non-formal seperti SWOT analysis dilingkungan mahasiswa/kampus akan dapat membantu para generasi muda untuk lebih anware (sadar) akan pentingnya berfikir kritis dan analisis dalam membahas sebuah informasi".
Peserta dari kajian ilmiah ini diikuti oleh dari berbagai kalangan mahasiswa yang memiliki disiplin ilmu yang berbeda-beda. Antusiasi mahasiwa yang mengikuti kegiatan ini sangat aktif, hal ini dapat dilihat dari diskusi yang meraka lakukan.
"Saya berharap kegiatan ini tetap di lanjutkan dengan berbagai variasi yang berbeda," selaku peserta dalam kajian ilmiah KMKS, Fajar.
Hal serupa juga dikatakan oleh Ketua Umum KMKS Deki.A_Bakar. "Kegiatan seperti ini sangat berguna agar teman-teman bisa membuat Tulisan Karya Ilmiah dengan cepat, baik dan benar karena telah belajar Menggunakan Metode SWOT," ujarnya.
Ketua Umum KMKS itu tidak lupa menghimbau dan mengajak kepada seluruh Kawan-kawan Mahasiswa untuk dapat ikut dalam kegiatan-kegiatan seperti ini yang diadakan oleh KMKS, karena hal seperti ini juga merupakan salah satu program dan tujuan terbentuknya KMKS.