Citizen Reporter

Nadya Shahab: Setiap Hari Adalah Hari Ibu

Shahab mengungkapkan bahwa Ibu bersusah payah membesarkan kita agar menjadi seorang insan yang sempurna didunia dan akhirat

Penulis: Ramadhan | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak, Nadya Shahab 

Citizen Reporter

Nadya Shahab

Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN PONTIANAK

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mengenang pengorbanan ibu kepada seorang anak dan segala jasa yang dicurahkannya kepada seorang anak serta kasih sayang yang telah ibu berikan perlu dihargai dengan sebaiknya.

Namun, penghargaan apa pun tidak akan cukup untuk membalas jasa dan pengorbanan seorang ibu. Selama 9 bulan kita bernafas didalam perut ibu.

Baca: Waterboom Gunung Poteng Pajintan Sukses Gelar Perlombaan Sumpit

Baca: Inilah Titik-titik Lokasi Putussibau Terendam Banjir

"9 bulan itu juga, segala kesakitan yang ibu rasakan , namun tak pernah sekali pun ia mengeluh , dan ibu tanggung dengan kesabaran, dan setelah kita dilahirkan dirawatnya kita dengan penuh kehangatan dan dibelai dengan penuh kasih sayang," ujar Shahab. Minggu (9/12/2018).

Shahab mengungkapkan bahwa Ibu bersusah payah membesarkan kita agar menjadi seorang insan yang sempurna didunia dan akhirat, Sehingga diperingatilah hari ibu untuk mengenang jasa dan pengorbanan seorang ibu, pada tanggal 22 Desember.

"Namun, bagi saya setiap hari adalah hari ibu, karena tak cukup sehari saja untuk mengenang jasa dan pengorbanan seorang ibu, maka dari itu saya sebut setiap hari adalah hari ibu," imbuhnya.

Menurut Shahab, Ibu adalah seorang wanita yang kuat karena kesabaran dan ketangguhannya membesarkan seorang anak.

"Secara keseluruhannya, setiap manusia akan senantiasa membutuhkan seorang insan
yang bergelar ibu, tidak pernah putus belas kasih sayang yang ibu curahkan kepada seorang anak sejak sebelum lahir hingga saat ini," paparnya.

Derajat Ibu sangatlah tinggi disisi Allah SWT, tambah Shahab seperti yang telah diketahui surga berada ditelapak kaki seorang ibu, dan janganlah sesekali kita durhaka kepada ibu karena kita tidak akan pernah ada dibumi ini jika bukan berkat seorang
ibu.

Shahab menjelaskan bahwa Allah SWT telah berfirman tentang kepentingan menghormati ibu dan ayah yang Artinya “Sembahlah Allah, janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatu pun dan berbuat
baiklah kepada dua orang yaitu Ibu dan Ayah kamu” (Q.S. An-nisa’ : 36).

"Maka hormatilah Ibu, kita tak kan pernah mampu membalas jasa seorang ibu, ketahuilah ibu hanya ingin yang terbaik untuk anaknya dan kebahagiaan anaknya itu sudah cukup untuk menyenangkan ibu dan jangan pernah mengecewakan ibu hormatilah ibu sebaik mungkin," tegasnya.

Shahab menilai bahwa sehari saja tidak cukup untuk mengagumi serta menghargai Ibu, karena setiap hari adalah hari Ibu.

"Nilai dan kasih sayang ibu tidak dapat diganti dengan emas intan berlian bahkan dengan nyawa sekalipun, hargailah Ibu selagi dia  masih ada," tutupnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved