Permasalahan TKI Makin Marak, Bong Ci Nen: Harapkan TKI Lewati Jalur Resmi

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Kalbar, Bong Ci Nen harapkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) lewati jalur resmi.

Permasalahan TKI Makin Marak, Bong Ci Nen: Harapkan TKI Lewati Jalur Resmi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Juru Bicara Fraksi Golkar, Bong Ci Nen sampaikan pemandangan umum fraksi saat Rapat Paripurna Ke-9 Masa Persidangan Ketiga Tahun 2018 di Ruang Bailarung Sari, Gedung DPRD Kalbar, Jalan Ahmad Yani Pontianak, Selasa (5/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak David Nurfianto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Kalbar, Bong Ci Nen harapkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) lewati jalur resmi.

Bong Ci Nen mengatakan dari awal permasalahan ini timbul, komisi V sendiri sudah melakukan sidak kebeberapa tempat.

"Terutama ke entikong, kebanyak TKI ini adalah dropping dari luar Kalbar. Ini disebabkan oleh kemudahan broder kita di entikong, sehingga mereka mudah masuk kesana," ujarnya saat dihubungi Tribun, Sabtu (8/12/2018).

Baca: Pangdam XII /Tanjungpurar Lepas Ribuan Peserta Night Run 10 K

Aanggota DPRD Komisi V ini menjelaskan bahwa akibat kemudahan border tersebut, menyebabkan banyaknya TKI ilegal.

Ilegal dalam hal mereka tidak melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) , kemudian tidak juga daftar di Konsulat Jendral (Konjen).

"Sehingga ketika terjadi permasalahan disana, barulah mereka melaporkan ke Pemerintah Indonesia melalui Pemerintahan Provinsi Kalbar," imbuhnya.

Permasalahan ini timbul diakibatkan TKI ini, tambah Bong Ci Nen jika TKI melapor ke Konjen maka akan ada potongan dari penghasilannya. Sehingga para TKI ini lebih memilih masuk secara gelap atau tanpa laporan.

"Karena ketika masuk tanpa laporan, mereka hanya membayar agen untuk bisa kesana, tanpa adanya potongan penghasilan," terangnya.

Dari awal juga DPRD sudah menghimbau kepada masyarakat, jika ingin bekerja ke luar negeri harus melalui PJTKI

Halaman
12
Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved