Cerita TKI Harus Bayar Hingga 3 Juta Kepada Agen Untuk Bekerja di Malaysia

Dari 150 TKI tersebut 44 orang asal Kalbar sedangkan 106 orang lainya berasal dari luar Kalbar dan paling banyak berasal dari sulawesi selatan.

Cerita TKI Harus Bayar Hingga 3 Juta Kepada Agen Untuk Bekerja di Malaysia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DAVID NURFIANTO
Sittiah (20) saat menjalani pendataan oleh BP3TKI di Kantor Dinas Sosial Kalimantan Barat, Jalan Sutan Syahrir Abdurahman, Jumat (7/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak David Nurfianto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Pemerintah Diraja Malaysia kembali memulangkan 150 TKI bermasalah asal indonesia.

Dari 150 TKI tersebut 44 orang asal Kalbar sedangkan 106 orang lainya berasal dari  luar Kalbar dan paling banyak berasal dari sulawesi selatan.

Baca: Malaysia Kembali Pulangkan 150 TKI, 44 Orang Asal Kalbar

Baca: Singkawang Kota Paling Toleran di Indonesia, Ini Apresiasi Mendagri dan SETARA Institute

150 TKI ini diberangkatkan dari PLBN Entikong memggunakan 4 Bis dan 2 Mobil Travel, beramgkat dari pukul 15.30 dan sampai di Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Barat pukul 21.06, Jumat (7/12/2018).

Satu diantara TKI yang dipulangkan, Hasan (49) asal Makasar Sulawesi selatan mengatakan dirinya baru dia bulan Kerja, namun sudah ditahan dikarenakan paspor dan visa kerjanya.

Baca: Paolus Hadi Letakan Batu Pertama Gereja St Benediktus Sebuduh

Baca: Kaya Hasil Tambang, Kalbar Minim Smelter

"Awal tahun 2018 saya ke Malaysia melalui Agen, baru Dua bulan kerja udah ditahan, di tahan 5 bulan dimalaysia, di imigrasi 1 bulan," ujarnya.

Hasan mengaku bahwa melalui agen ini dirinya mengeluarkan biaya hingga 2 juta rupiah untuk mengantarkan dirinya ke Malaysia.

Selain Hasan, TKI asal Madura juga mengakui dirinya membayar 3 juta kepada agen, untuk masuk ke Malaysia.

"Pakai agen masuk ke Malaysia, bayar 3 juta kepada agen,"ungkap Sittiah (20).

Ia mengakui sudah tiga tahun bekerja sebagai clining service. 

Sittiah menjelaskan dirinya ditahan selama 3 minggu.

"Saya ditahan selama tiga minggu, dikarenakan tidak punya dokumen lengkap," imbuhnya.

Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved