Yayasan Boedi Oetomo Digeruduk Warga Serdam, Ini Harapan Kepala SMK Boedi Oetomo

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Boedi Oetomo Pontianak, Kasiman Umar berharap permasalahan terkait tanah wakaf

Yayasan Boedi Oetomo Digeruduk Warga Serdam, Ini Harapan Kepala SMK Boedi Oetomo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Masyarakat Sungai Raya Dalam, keluarga pemberi wakaf dan pihak Lembaga Imaduddin Sungai Raya Dalam menggelar aksi unjuk rasa damai kepada Yayasan Boedi Oetomo Pontianak di Komplek Bali Mas III Pontianak, Jalan Parit Haji Husin II, Jumat (7/12/2018) pukul 14:00 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Boedi Oetomo Pontianak, Kasiman Umar berharap permasalahan terkait tanah wakaf antara Yayasan Boedi Oetomo dan Lembaga Imaduddin segera mendapatkan jalan keluar.

“Saya harap sengkarut ini bisa diselesaikan melalui jalan musyawarah,” ungkapnya saat diwawancarai di SMK Boedi Oetomo Pontianak, Jumat (7/12/2018) sore.

Ia mengaku kaget ketika sekolahnya digeruduk sejumlah masyarakat Sungai Raya Dalam, keluarga pemberi wakaf dan pihak Lembaga Imaduddin Sungai Raya Dalam gelar aksi damai tuntutan kepada Yayasan Boedi Oetomo Pontianak di Komplek Bali Mas III Pontianak, Jalan Parit Haji Husin II, Jumat (7/12/2018) pukul 14:00 WIB.

Baca: Ini Sikap Yayasan Boedi Oetomo Terhadap Aksi Damai Warga Serdam Selaku Ahli Waris

“Kita kaget dan tentu itu menganggu konsentrasi siswa dan siswi. Karena tadi masih proses belajar mengajar juga,” terangnya.

Umar menimpali dirinya dipercaya menjabat sebagai Kepala SMK sejak tahun 1992. Ia tidak tahu problem dan histori itu secara utuh.

“Kita serahkan ke pihak yayasan saja karena saya tidak paham. Semoga cepat selesai sehingga tidak berdampak buruk bagi operasional sekolah. Kasihan siswa, siswi dan guru,” singkatnya.

Aksi unjuk rasa damai ini merupakan tindak lanjut dari tidak adanya itikad baik dari Yayasan Boedi Oetomo Pontianak untuk menjawab somasi yang dilayangkan masyarakat melalui Kantor Advokat dan Penasehat Hukum Rizal Karyansyah pada 26 November 2018.

Sebelumnya, masyarakat memberikan tenggat waktu klarifikasi selama tujuh hari sejak surat dikeluarkan. Pantauan Tribun, aksi orasi berjalan damai dan lancar selama satu jam. Saat orasi, ada tiga tuntutan yang didesak kepada Yayasan Boedi Oetomo Pontianak.

Pertama, massa menuntut agar Yayasan Boedi Oetomo Pontianak kembalikan wakaf Almarhum H Sakke Bin Haji Muhammad Ali kepada Lembaga Imaddudin.

Kedua, agar Yayasan Boedi Oetomo Pontianak segera kembalikan dan kosongkan tanah wakaf Lembaga Imaddudin dalam keadaan aman. Ketiga, Yayasan Boedi Oetomo Pontianak segera merealisasikan pengembalian tanah wakaf.

Usai orasi, sejumlah perwakilan massa dan perwakilan Yayasan Boedi Oetomo Pontianak melakukan pertemuan guna bahas polemik dan cari solusi hingga pukul 16:15 WIB. Kedua pihak sepakat akan lakukan pertemuan lanjutan pada Sabtu mendatang.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved