Kuasa Hukum Nilai Tindakan Yayasan Boedi Oetomo Pontianak Terindikasi Melawan Hukum

Rizak Karyansyah SH menegaskan tindakan dari Yayasan Boedi Oetomo Pontianak.

Kuasa Hukum Nilai Tindakan Yayasan Boedi Oetomo Pontianak Terindikasi Melawan Hukum
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Masyarakat Sungai Raya Dalam, keluarga pemberi wakaf dan pihak Lembaga Imaduddin Sungai Raya Dalam menggelar aksi unjuk rasa damai kepada Yayasan Boedi Oetomo Pontianak di Komplek Bali Mas III Pontianak, Jalan Parit Haji Husin II, Jumat (7/12/2018) pukul 14:00 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kuasa Hukum Pendamping Lembaga Imanuddin dan ahli waris Almarhum H Sakke Bin Haji Muhammad Ali, Rizak Karyansyah SH menegaskan tindakan dari Yayasan Boedi Oetomo Pontianak.

Yayasan tersebut telah dirikan bangunan di atas tanah waqaf Almarhum H Sakke Bin Haji Muhammad Ali merupakan indikasi tindakan melawan hukum.

“Aksi damai ini dilatarbelakangi kenyataan sejak tahun 1986, 1991 dan tahun-tahun selanjutnya tidak ada itikad baik dari yayasan. Lembaga Imanuddin dan ahli waris meminta hak wakaf ini dikembalikan sesuai amanah Almarhum Haji Sakke,” ungkapnya saat diwawancarai usai aksi unjuk rasa damai kepada Yayasan Boedi Oetomo Pontianak di Komplek Bali Mas III Pontianak, Jalan Parit Haji Husin II, Jumat (7/12/2018) pukul 14:00 WIB.

Baca: Ahli Waris dan Lembaga Imanuddin Tuntut Yayasan Boedi Oetomo Pontianak, Ini Penyebabnya

Ia menimpali awalnya Yayasan Boedi Oetomo Pontianak tidak ada lokasi tanah.

Di lokasi wakaf itu, Yayasan Boedi Oetomo Pontianak hanya menumpang. Lantaran saat itu tanah kosong, maka Pengurus Lembaga Imanuddin menyewakan lokasi itu kepada Yayasan Boedi Oetomo Pontianak.

“Hasilnya untuk madrasah. Namun, kenyataannya sewa itu hanya dibayar oleh yayasan selama tiga bulan saja sebesar Rp 65 ribu saat itu. Setelah itu tidak pernah lagi. Akhirnya langkah terakhir, Lembaga Imanuddin menyurati lahan segera dikosongkan karena peruntukan wakafnya untuk Lembaga Imanuddin. Tapi tidak ditanggapi hingga kini,” terangnya.

Saat mediasi usai aksi unjuk rasa damai, Rizal mengatakan telah terungkan Pengurus Yayasan Boedi Oetomo tidak bisa tunjukkan surat apapun dengan alasan masih akan hubungi pengurus lainnya yang berada di luar kota.

“Pada pertemuan selanjutnya Sabtu depan, kami akan pertanyakan lagi apa yang jadi alasan yayasan bisa mendirikan gedung sekolah,” imbuhnya.

Rizal menilai sangat aneh jika Yayasan Boedi Oetomo Pontianak tidak memiliki lahan sekolah hingga kini. Tuntutan akhir, kata dia, jika tidak tercapai kesepakatan maka akan ada gerakan lebih ramai bahkan ke jalur hukum.

“Intinya mereka (lembaga Imanuddin dan Ahli Waris_red) minta dikembalikan sesuai peruntukan wakafnya. Berhubung masih ada proses belajar-mengajar bagi murid-murid di SMA dan SMK Bedi Oetomo Pontianak, kami memberi toleransi. Apakah dalam waktu sebulan, dua bulan, setahun atau tahun ajaran baru mendatang tidak boleh menerima murid lagi,” pungkasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved