BBPPOM Pontianak Temukan 140 Jenis Kosmetik Beredar Tanpa Izin di Kota Pontianak

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak temukan 140 jenis kosmetik tanpa izin di sejumlah lokasi di Kota Pontianak

BBPPOM Pontianak Temukan 140 Jenis Kosmetik Beredar Tanpa Izin di Kota Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DAVID NURFIANTO
140 jenis kosmetik tanpa izin yang diamankan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak dari sejumlah lokasi Kota Pontianak. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak David Nurfianto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak temukan 140 jenis kosmetik tanpa izin di sejumlah lokasi di Kota Pontianak.

Plh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak, Berthin Hendry Dunard mengatakan mayoritas kosmetik yang diamankan, merupakan kosmetik tanpa izin.

"Mayoritas adalah kosmetik tanpa izin edar, ada juga sebagian yang notifikasinya sudah ada, tetapi habis dan tidak diperpanjang. Jadi jatuhnya produk ini adalah tanpa izin edar," ujar Hendry kepada awak media, di Kantor Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak, Jumat (7/12/2018).

Hendry menjelaskan rata-rata yang diamankan ada parfum, cream, lipbalm, serta lipstik.

Baca: Pohon Besar Tumbang ke Jalan, Timbulkan Kemacetan Kendaraan di Nanga Mahap

Baca: Endorse Produk Kosmetik Ilegal, Polisi akan Panggil 7 Artis Kondang, Salah Satunya Penyanyi VV

"Temuan ini berasal dari 14 lokasi di Kota Pontianak pada tanggal 26-30 November, Itemnya sekitar 140-an, jumlah kemasan mencapai 1400-an, nominal kurang lebih 60 juta," imbuhnya.

Khusus pada kegiatan ini, Hendry menuturkan bahwa pihaknya menjumpai penjual yang menjual langsung ke konsumen.

"Jadi masyarakat datang, membeli langsung kosmetik nya. Kalau kita lihat kosmetik saat ini memiliki trend kenaikan pelanggaran dibandingkan dengan produk pangan, kemungkinan disebabkan oleh gaya hidup," ucap Hendry.

Hendry menambahkan memang kosmetik ini tidak akan lepas dari gaya hidup masyarakat sehari-hari, dari mulai harga Rp. 25 ribuan sampai Rp500 ribu untuk produk parfum, masyarakat gemar untuk membelinya.

Hendry menjelaskan pada kegiatan ini sebenarnya lebih mengedepankan pada pembinaan.

Halaman
123
Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved