Ahli Waris dan Lembaga Imanuddin Tuntut Yayasan Boedi Oetomo Pontianak, Ini Penyebabnya

Sejumlah masyarakat Sungai Raya Dalam, keluarga pemberi wakaf dan pihak Lembaga Imaduddin Sungai Raya Dalam menggelar aksi unjuk rasa

Ahli Waris dan Lembaga Imanuddin Tuntut Yayasan Boedi Oetomo Pontianak, Ini Penyebabnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Masyarakat Sungai Raya Dalam, keluarga pemberi wakaf dan pihak Lembaga Imaduddin Sungai Raya Dalam menggelar aksi unjuk rasa damai kepada Yayasan Boedi Oetomo Pontianak di Komplek Bali Mas III Pontianak, Jalan Parit Haji Husin II, Jumat (7/12/2018) pukul 14:00 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Sejumlah masyarakat Sungai Raya Dalam, keluarga pemberi wakaf dan pihak Lembaga Imaduddin Sungai Raya Dalam menggelar aksi unjuk rasa damai kepada Yayasan Boedi Oetomo Pontianak di Komplek Bali Mas III Pontianak, Jalan Parit Haji Husin II, Jumat (7/12/2018) pukul 14:00 WIB.

Aksi unjuk rasa damai ini merupakan tindak lanjut dari tidak adanya itikad baik dari Yayasan Boedi Oetomo Pontianak untuk menjawab somasi yang dilayangkan masyarakat melalui Kantor Advokat dan Penasehat Hukum Rizal Karyansyah pada 26 November 2018.

Sebelumnya, masyarakat memberikan tenggat waktu klarifikasi selama tujuh hari sejak surat dikeluarkan.

Pantauan Tribun, aksi orasi berjalan damai dan lancar selama satu jam. Saat orasi, ada tiga tuntutan yang didesak kepada Yayasan Boedi Oetomo Pontianak.

Baca: Motif Ayah Banting Anak Hingga Tewas, Aksi Saling Rebut Berujung 3 Hempasan Maut

Baca: Badan Wakaf Indonesia Lantik Pengurus Wakaf di Mempawah

Pertama, massa menuntut agar Yayasan Boedi Oetomo Pontianak kembalikan wakaf Almarhum H Sakke Bin Haji Muhammad Ali kepada Lembaga Imaddudin.

Kedua, agar Yayasan Boedi Oetomo Pontianak segera kembalikan dan kosongkan tanah wakaf Lembaga Imaddudin dalam keadaan aman. Ketiga, Yayasan Boedi Oetomo Pontianak segera merealisasikan pengembalian tanah wakaf.

Usai orasi, sejumlah perwakilan massa dan perwakilan Yayasan Boedi Oetomo Pontianak melakukan pertemuan guna bahas polemik dan cari solusi hingga pukul 16:15 WIB. Kedua pihak sepakat akan lakukan pertemuan lanjutan pada Sabtu (7/12/2018).

Koordinator Lembaga Imaduddin Sungai Raya Dalam, Sabli HB menegaskan jika hingga pertemuan mendatang tidak ada kesepakatan, maka akan ditempuh melalui jalur hukum.

“Karena untuk kemelut ini, negosiasi dan musyawarah sudah sering dilakukan. Tapi tidak ada itikad baik. Jika tetap tidak ada tindak lanjut dari Yayasan Boedi Oetomo, kami bisa lakukan tindakan agak keras dengan massa lebih ramai lagi. Kami akan perjuangkan hak waqaf ni,” ungkapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak usai pertemuan.

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved