Warga Ketapang Keluhkan Kualitas Air PDAM

Meski telah melakukan pergantian managemen perusahaan, layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ketapang

Warga Ketapang Keluhkan Kualitas Air PDAM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Air yang berasal dari PDAM di satu diantara rumah warga Ketapang, Kamis (06/12). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Meski telah melakukan pergantian managemen perusahaan, layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ketapang masih dikeluhkan pelanggan menyusul distribusi air dibeberapa tempat masih keruh bahkan setiap listrik padam air juga mati total.

Apalagi pengajuan pelanggan PDAM baru warga harus menunggu berminggu-minggu untuk di proses.

Berbagai keluhan terungkap masyarakat terkait pelayanan PDAM Ketapang, seperti yang diungkapkan satu diantara warga Kelurahan Sampit Kecamatan Delta Pawan Ketapang, Masdiana (49) yang mengaku mereka sejak awal November 2018 lalu sudah mengajukan pemasangan PDAM tapi sampai Desember ini tak kunjung di pasang.

Baca: KPS Sungai Putat Pontianak Satu Diantara Enam Komunitas Terbaik dari Kementrian PUPR

"Bahkan hukan hanya saya, warga lainpun turut mengeluhkan tindak lanjut petugas PDAM yang terkesan lamban dalam memberikan pelayanan," ujarnya, Kamis (6/12/2018).

"Padahal kami harus mengeluarkan uang Rp 1 Juta 245ribu untuk pengajuan pelanggan, belum lagi saat pemasangan saluran pipa kami masih membayar Rp 300ribu bahkan lebih untuk penarikan pipa meteran kalau tidak sejalur," keluhnya

Hal senada juga disampaikan Ria (23) warga Kelurahan Tengah Kecamatan Delta Pawan Ketapang.

Hanya saja dirinya mengakui keluhannya air PDAM dirumahnya sering mati saat pemadaman Listrik bergilir dan airnya masih keruh dan banyak kotoran saat di tampung dalam bak mandi.

Padahal PDAM di daerah lain di Kalbar, airnya bersih dan tidak keruh seperti ini.

Kedepan dirinya berharap pelayanan PDAM Ketapang bisa lebih baik

"Apalagi kebutuhan air bersih sangat di butuhkan oleh kehidupan masyarakat, seperti untuk mandi, mencuci, memasak dan lain-lain," tutur Ria Kamis (6/12/2018).

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved