Nurani Bangsa Kalbar Kecam Tragedi Penyerangan di Papua, Minta Pemerintah Usut Tuntas

Nurani Bangsa Kalbar sangat mengecam keras terjadinya tragedi penyerangan di Distrik Mbua, Papua pada (2/12/2018) lalu.

Nurani Bangsa Kalbar Kecam Tragedi Penyerangan di Papua, Minta Pemerintah Usut Tuntas
Istimewa
Anggota Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Nurani Bangsa Kalbar sangat mengecam keras terjadinya tragedi penyerangan di Distrik Mbua, Nduga Papua pada (2/12/2018) lalu.

Diduga total korban terbunuh dan selamat berjumlah 31 orang dari warga sipil yang bekerja di PT Istaka Karya.

Ada juga yang menginformasikan 20 korban yang terdiri dari 19 orang perkerja di PT Istaka Karya dan satu anggota TNI.

Namun yang pasti ada tragedi penyerangan terhadap warga sipil dan anggota TNI.

"Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas tragedi penembakan ini," ujar Juru Bicara Nurani Bangsa Kalbar Sahabat Ali Akbar A.R.L, Kamis (6/12/2018).

Baca: Terkait Insiden Berdarah di Papua, Ini Permintaan IPW pada Presiden Jokowi

Baca: Kapolda Papua Ungkap Peristiwa Berondongan Peluru Kenai Helikopter dan Bharatu Wahyu

Apalagi tragedi bertepatan dengan aksi “Reuni Aksi 212” di Jakarta yang dihadiri oleh banyak kalangan dengan jumlah besar.

Artinya, ada dua konteks aksi yang berbeda dan saling bersebrangan.

Jajaran anggota peserta Nurani Bangsa Kalbar
Jajaran anggota peserta Nurani Bangsa Kalbar (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

Seperti di Nduga-Papua merupakan aksi penyerangan oleh kelompok kriminal bersenjata dan di Monas-Jakarta merupakan aksi Reuni 212 oleh sekelompok besar kalangan Muslim Indonesia.

"Sangat disayangkan tragedi penyerangan terhadap warga sipil dan anggota TNI di Nduga-Papua sedangkan beberapa kalangan Muslim di Indonesia ikut serta menggelar aksi Reuni 212," kata Ali.

Menurutnya seolah ada diksi bahwa pemerintahan kontemporer benar-benar disalahkan atas 2 aksi besar, antara aksi yang terlaksana di Indonesia bagian barat dan aksi penyerangan di Indonesia bagian timur ini.

"Justru 2 aksi Timur dan Barat membuat kami terpukul karena sangat merugikan keseimbangan NKRI," ungapnya.

Ali Akbar mengatakan bagaimanapun kedua aksi tersebut telah terlaksana dan harapannya ada penuntasan secara menyeluruh dari pihak pemerintah.

"Sekarang bagaimana kita mengajak sama-sama mendorong Pemerintah untuk mengusut tuntas aksi penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata di Nduga-Papua dan mari kita berdo’a bersama atas korban tragedi tersebut," pungkasnya.

Penulis: Madrosid
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved