KPID Kalbar Minta Lembaga Penyiaran Laksanakan Ketentuan 10 Persen Konten Lokal

Konten lokal 10 persen, kata dia, nantinya jadi bagian dari evaluasi tahunan untuk Lembaga Penyiaran. ...

KPID Kalbar Minta Lembaga Penyiaran Laksanakan Ketentuan 10 Persen Konten Lokal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Seluruh peserta dan jajaran KPID Kalbar foto bersama usai diskusi penguatan program siaran televisi jaringan dengan muatan lokal dan jam tayang ideal di Kalimantan Barat di Resto Cita Rasa, Jalan Sultan Syarif Abdurrahman, Kota Pontianak, Kamis (6/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Barat gelar diskusi penguatan program siaran televisi jaringan dengan muatan lokal dan jam tayang ideal di Kalimantan Barat.

Diskusi yang dihadiri unsur perwakilan media televisi lokal dan nasional di Kalbar, radio, Humas Polda Kalbar, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalbar serta tamu undangan lainnya berlangsung di Resto Cita Rasa, Jalan Sultan Syarif Abdurrahman, Kota Pontianak, Kamis (6/12/2018).   

Baca: Dr M Rudiansyah Sosok Penolong Penumpang Lion Air, Ceritakan Kejadian Diatas Pesawat Saat Mengudara

Baca: Kelangkaan LPG 3 kg di Kota Pontianak, Edi Sebut Karena Dibawa Keluar Oleh Oknum

Koordinator Divisi Isi Siaran KPID Provinsi Kalimantan Barat, Widodo Prihadi meminta lembaga penyiaran berjaringan yang ada di Kalimantan Barat segera laksanakan ketentuan konten lokal 10 persen.

“Ketentuan konten lokal minimal 10 persen itu diamanahkan dalam undang-undang. Stasiun harus laksanakan Sistem Siaran Berjaringan (SSJ),” ungkapnya saat diwawancarai awak media usai diskusi.

Konten lokal 10 persen, kata dia, nantinya jadi bagian dari evaluasi tahunan untuk Lembaga Penyiaran. Tentunya peningkatan prosentase konten lokal jadi pekerjaan bersama lembaga penyiaran.

“Karena ini menjadi konsumsi bagi masyarakat Kalbar. Apa-apa yang ada di Kalbar untuk disampaikan kepada masyarakat baik dalam bentuk berita, feature atau produk-produk lain yang mengangkat sisi lokal Kalbar,” terangnya.

Pengangkatan, produksi dan penyiaran konten lokal Kalbar oleh lembaga penyiaran bertujuan agar masyarakat Kalbar lebih cinta dan bangga kepada daerah.

“Lalu, partisipasi masyarakat untuk membangun Kalbar semakin baik dengan konten lokal 10 persen lokal. Itu angka minimal, kita berharap ditingkatkan setiap waktu sehingga mencapai 50 persen dari yang ada. Termasuk jam siaran juga harus bertambah dari sebelumnya,” imbuhnya.

Widodo menimpali pemenuhan konten lokal bukan masalah pro atau tidaknya dari lembaga  penyiaran yang ada di tingkat pusat. Pada prinsipnya, lembaga penyiaran tetap berusaha mencapai dan mengikuti apa yang diatur dalam undang-undang.

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved