Kelangkaan LPG 3 kg di Kota Pontianak, Edi Sebut Karena Dibawa Keluar Oleh Oknum

Pihaknya sudah pernah rapat bersama Pertamina, sebenarnya kuota sudah cukup itu disampaikan langsung pihak Pertamina.

Kelangkaan LPG 3 kg di Kota Pontianak, Edi Sebut Karena Dibawa Keluar Oleh Oknum
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MAUDY ASRI GITA UTAMI
Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyebutkankelangkaan elpiji 3 kg  memang terjadi. Hal itu berdasarkan keluhan dan pantauan dimasyarakat. 

Pihaknya sudah pernah rapat bersama Pertamina, sebenarnya kuota sudah cukup itu disampaikan langsung pihak Pertamina. 

Baca: Forum Komunikasi Mahasiswa Singkawang Ajak Masyarakat Kawal Penggunaan APBD 2019

Baca: Pemkab Sekadau Berkoordinasi Langsung ke BKN Terkait Hasil Tes CPNS

Edi, menuding adanya selisih harga antara Kota Pontianak dan daerah lain menjadi alasan pihak tertentu memanfaatkannya dengan membawa elpiji dari Kota Pontianak keluar. 

"Cuma masalahnya, ada pemain yang memanfaatkan selisih harga ini, selain itu  LPG 3 kg inikan subsidi  dan harganya dengan LPG 5,5 kg non subsidi cukup jauh sehingga ada masyarakat yang memanfaatkannya juga walaupun mereka mampu,"  ucap Edi Kamtono saat diwawancarai, Kamis (6/12/2018).

Kelangkaan yang terjadi dikhawatirkannya memang satu diantara penyebabnya, LPG Kota Pontianak  dibawa keluar daerah atau digunakan orang yang bukan seharusnya. 

"Itu diperuntukan usaha mikro tapi digunakan usaha yang besar. Itulah masalahnya di Kota Pontianak. Selain melakukan himbauan dan Pemkot Pontianak juga melakukan razia bersama Pertamina terhadap tempat usaha agar mereka tak menggunakan LPG subsidi," tegas Edi. 

Sepanjang masih ada disparitas harga, ai menilai pasti akan dimanfaatkan oleh oknum tertentu mencari keuntungan lebih. 

"Kemudian persoalan lainnya masih terjadi disparitas harga, sehingga LPG jatah Kota Pontianak bsaya duga dibawa oleh oknum keluar," pungkasnya. 

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved