Kejar Cakupan Layanan MKJP, BKKBN Sosialisasi di Pinggiran Sungai Kecamatan Meliau

"Pelayanan akan kita lakukan sepanjang respon masyarakat selama ini mulai dari start, Terentang dan sekarang di Meliau sangat baik," ungkapnya.

Kejar Cakupan Layanan MKJP, BKKBN Sosialisasi di Pinggiran Sungai Kecamatan Meliau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Sosialisasi Program KKBPK atau Kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga dan pelayanan KB Bergerak (Mobile) di Daerah Aliran Sungai (DAS) di Desa Kuala Buayan Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat dilakukan oleh BkkbN Kalbar belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sosialisasi Program KKBPK atau Kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga dan pelayanan KB Bergerak (Mobile) di Daerah Aliran Sungai (DAS) di Desa Kuala Buayan Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat dilakukan oleh BkkbN Kalbar.

Memulai perjalanan dengan menggunakan kapal bandong, Tim sebanyak 30 orang tiba di pinggiran Sungai Kecamatan Meliau sekitar pukul 06.00 Wib dan langsung disambut oleh camat Meliau, serta puluhan warga yang sudah tak sabar dalam mendapatkan pelayanan kontrasepsi jangka panjang gratis di Kapal Bandong dan pemberian materi dilapangan bola di Desa Kuala Buayan Meliau, Sanggau.

Baca: Bupati Citra: Kekerasan dan Perlakuan Diskriminatif Terhadap Perempuan dan Anak Masih Marak

Baca: 4 Efek Samping Alat Kontrasepsi Spiral, Salah Satunya Kista ovarium

Ketua Tim Pelayanan DAS 2018, Hadirin mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan program ketiga yang dilakukan BkkbN dengan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi gratis yang dilakukan didalam kapal bandong yang bersandar di sekitaran kawasan Desa.

"Pelayanan akan kita lakukan sepanjang respon masyarakat selama ini mulai dari start, Terentang dan sekarang di Meliau sangat baik," ungkapnya.

Menurutnya target yang diraih ditiap kawasan mencapai 200 orang sehingga sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat khususnya mereka yang berada di kawasan Sungai akan tercapai.

"Pemahaman akan kontrasepsi jangka panjang dalam manfaat yang diberikan termasuk pemahaman kepada generasi muda akan bahaya narkoba tidak menikah muda dan menjauhi seks bebas," ujarnya.

Salah satu warga Meliau, Santi mengaku senang mendapatkan pelayanan gratis di Kapal Bandong.

"Saya mau pasang implant tapi bidan di Kapal Bandong menyarankan IUD, karena selama ini saya pakai pil. Senang sekali saya apalagi harus antre karena ramai yang datang selain bisa konsultasi terkait program KB," ujarnya.

Camat Desa Kuala Buayan Raden Asmadi mengakui bahwa sosialisasi yang dilakukan penting terutama bagi masyarakat yang kurang memahami akan program keluarga berencana.

"Dengan adanya program ini selain memahami program pemerintah tentu masyarakat mendapatkan manfaat karena dapat memasang alat kontrasepi gratis," paparnya.

Staf Utama Kementerian Pertahanan (Kemenham) Perwakilan Kalbar, Kolonel LM Siregar saat pemaparan mengakui jika program terkoordinasi dengan BkkbN terutama dalam menyelamatkan generasi bangsa dari terpecah belahnya kesatuan.

"Karena bangsa kita mudah terprovokasi sehingga pemahaman akan bangsa dan negara perlu dilakukan," tuturnya.

Ia menambahkan melalui sosialisasi yang diberikan selain masyarakat umum terutama terhadap generasi penerus, Kemenham bekerjasama dengan BkkbN melakukan pemaparan terkait bangsa dan negara.

"Bahwa pelaksanaan program ini penting dilakukan agar terkoordinasi terkait seluruh program masing-masing sehingga terintegrasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat luas khususnya kepada mereka yang berada dikawasan aliran sungai," pungkasnya. (*)

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved