Ditreskrimsus Polda Kalbar Tangkap Pelaku ‎Perdagangan Trenggiling

Lanjutnya, DA diamankan anggota Subdit IV Ditreskrimsus saat berada di Jalan Lintas Malenggang, Desa Balaikarangan, Kec Sekayam Kab Sanggau

Ditreskrimsus Polda Kalbar Tangkap Pelaku ‎Perdagangan Trenggiling
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Ditreskrimsus Polda Kalbar amankan pria juga satwa dilindungi, Rabu (5/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kalbar mengamankan seorang pria yang diduga kuat pelaku perdagangan Satwa dilindungi.

Direktur Reskrimsus Polda Kalbar Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah  menuturkan   pada Rabu 5 Desember 2018 pukul 15.45 WIB  personel Unit 4 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Kalbar yang dipimpin Ipda  Rachmad S.Hut membekuk pelaku penjualan satwa jenis trenggiling.

Baca: Banjir di Ngabang Mulai Genangi Jalan Desa Raja

Baca: Hingga Penghujung Tahun 2018, Polres Mempawah Tangani 68 Kasus Terkait Narkoba

“Mengamankan satu orang pelaku berinisial DA (29 tahun). Sehari-hari  lelaki ini pekerja swasta. Pelaku ditangkap terkait dengan kepemilikan dan perdagangan sisik  trengiling seberat kurang lebih 10,8 kilogram,”  kata Mahyudi pada Kamis (6/12/2018)

Lanjutnya, DA diamankan anggota Subdit IV Ditreskrimsus saat berada  di  Jalan Lintas Malenggang, Desa Balaikarangan, Kec Sekayam Kab Sanggau 

‎‎“Barang bukti  berupa sisik trenggiling seberat kurang lebih 10,8 kg , satu  buah timbang digital dan satu lembar nota penjualan sisik trenggiling,”katanya.

Saat ini, DA berikut barang bukti telah  diamankan ke Mako Polda Kalbar guna proses sidik lebih lanjut, dan juga di lakukan pendalaman kasus itu, sejumlah saksi diperiksa. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu asal usul satwa tersebut.

"Kita imbau kepada masyarakat untuk pro aktif melaporkan berbagai informasi. Termasuk soal satwa yang dilindungi Undang-Undang konservasi. Sebab, hal ini penting, guna upaya penyelamatan satwa di bumi Khatuliswa dan Jangan pernah takut melapor,"imbaunya.

‎DA akan di jerat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang KSDAE Pasal 21 Ayat 2 Huruf D Jo pasal pasal 40 ayat 2. 

“Dipidana penjara paling lama 5 tahun denda paling banyak Rp 100 juta.
 

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved