Terkendali, Berikut Inflasi November Berdasarkan Pola Historisnya

inflasi kelompok volatile food tercatat 4,32 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 4,48 persen (yoy).

Terkendali, Berikut Inflasi November Berdasarkan Pola Historisnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Pedagang di pasar Flamboyan 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bank Indonesia merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2018 tetap terkendali dan mendukung pencapaian sasaran inflasi 2018 sebesar 3,5±1 persen. Inflasi IHK pada November 2018 tercatat 0,27 persen (mtm), tidak banyak berbeda dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,28 persen (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Kalbar, Prijono mengatakan inflasi yang terkendali dipengaruhi inflasi inti yang lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya serta inflasi volatile food yang lebih rendah dari pola historis. Sementara itu, inflasi kelompok administered prices tetap terjaga, meskipun meningkat dibandingkan dengan kondisi bulan Oktober 2018.

Baca: PKK Kayong Gelar Seminar Kecantikan, Julianti: Agar Wanita Cantik Luar Dalam

Baca: Wakili Kalbar, Drum Band SMA Bina Utama Kota Pontianak Berangkat Kejurnas

Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK secara kumulatif sampai November 2018 tercatat 2,50 persen (ytd) dan secara tahunan mencapai 3,23 persen (yoy). Inflasi inti tetap terkendali yakni sebesar 0,22 persen (mtm), tetap stabil dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,29 persen (mtm).

Secara tahunan, inflasi inti pada November 2018 tersebut tercatat 3,03 persen (yoy), sedikit meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan lalu yang sebesar 2,94 persen (yoy).

Inflasi inti pada bulan November 2018 bersumber dari inflasi upah tukang bukan mandor, cat tembok, tarif sewa rumah, tarif pulsa ponsel, dan emas perhiasan.

Inflasi inti yang tetap terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya.

Baca: Terkait Elektrifikasi, Komisi III DPRD Sanggau Kunjungi Kantor PLN Pusat

Inflasi volatile food pada November 2018 lebih rendah dari pola historis, meskipun meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya.

Kelompok volatile food mengalami inflasi 0,23 persen (mtm) pada November 2018, meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,17 persen (mtm).

Namun demikian, realisasi inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan rerata historis inflasi bulan November dalam tiga tahun terakhir sebesar 0,86 persen (mtm).

Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat 4,32 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 4,48 persen (yoy).

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved