Sering Ragu Saat Mengunci Pintu Apakah Wajar? Simak Ulasan Dari Psikolog Berikut Ini 

Jika sudah diluar batas kewajaran, tentunya kita wajib untuk menghentikan kebiasaan tersebut, apalagi jika sudah mengganggu

Sering Ragu Saat Mengunci Pintu Apakah Wajar? Simak Ulasan Dari Psikolog Berikut Ini 
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terkadang, orang memiliki kebiasaan unik yang beragam, dan bahkan bisa dibilang cukup aneh. 

Jika sudah diluar batas kewajaran, tentunya kita wajib untuk menghentikan kebiasaan tersebut, apalagi jika sudah mengganggu, baik diri sendiri maupun orang lain. 

Baca: Atas Co-Working Space dan Bisnis Co-Working Space di Pontianak

Baca: Lewat Anugrah Satyalancana, Bupati Jarot Minta ASN Lebih Semangat Layani Masyarakat

Satu diantaranya, seperti kebiasaan yang dialami oleh penanya dalam rubrik konsultasi psikologi kali ini.

Kira-kira, apa ya saran yang diberikan oleh psikologi Rika Indarti, mari kita simak dalam ulasan berikut ini. 

Pertanyaan :

Setiap mau keluar rumah, seringkali saya tidak yakin apakah pintu sudah terkunci atau belum. Sehingga harus mengecek kembali, padahal pintu itu sudah terkunci, tapi setiap mau keluar rumah selalu ragu apakah pintu sudah benar-benar terkunci atau belum. Jika mengalami hal seperti itu, apakah normal? Jika tidak, apakah hal tersebut bisa dihilangkan. 
Joe (27), Desa Kapur

Jawaban :

Salam Joe, sebenarnya kekhawatiran terhadap keamanan rumah sehingga harus dicek dan ricek adalah sesuatu yang wajar, namun apabila dilakukan terus berulang kali menjadi suatu hal yang patut dipertanyakan. Apalagi sikap khawatir berlebih juga diikuti simthomp atau gejala yang lain, misalnya cuci tangan berulang, atau hal-hal lain yang sebenarnya cukup dilakukan sekali saja. Bila hanya dilakukan pada "kunci pintu" saja, biasanya hal tersebut dilakukan karena pernah terjadi trauma pencurian atau kejahatan di masa lalu, baik yang langsung melibatkan diri, atau terjadi pada orang terdekat, sehingga membekas dan membuat alam bawah sadar kita terus mengingatkan untuk lebih berhati-hati. Namun bila tindakan tersebut juga diikuti gejala lain yakni tindakan yang sama yang dilakukan berulang-ulang kali seperti merapikan sesuatu berulang-ulang kali dan lain-lain, sebaiknya sesegera mungkin untuk memeriksakan diri ke psikolog klinis untuk mendapatkan terapi lebih lanjut. Hal ini perlu dilakukan untuk menentukan syndroma yang diderita, sehingga dapat diberikan saran terapi yang tepat. Semakin cepat penanganan akan semakin baik.
 

Penulis: Bella
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved