Ini 5 Penyebab CU Berkembang Pesat di Kalbar, Edi: Fintech Bukan Saingan

Di pedesaan hampir tiap rumah ada sepeda motor, rumah permanen, anak-anak sarjana, bisa berobat

Ini 5 Penyebab CU Berkembang Pesat di Kalbar, Edi: Fintech Bukan Saingan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ketua Pengurus Puskopdit BKCU Kalimantan, Edi V Petebang melakukan prosesi pemotongan pita pada Jalan Sehat dan Senam Sehat sebagai rangkaian HUT ke-30 BKCU Kalimantan 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Koperasi atau Credit Union di Kalbar benar-benar menjadi tumpuan dan alat untuk memperbaiki taraf kehidupan anggotanya. Ketua Pengurus Puskopdit BKCU Kalimantan, Edi V Petebang mengaku bahkan sebagian masyarakat Kalbar, dan di tempat lain sudah CU minded. 

Misalnya, sejak lahir anaknya sudah dimasukkan menjadi anggota CU. Ia mengatakan CU telah berkontribusi nyata dalam pemberatasan kemiskinan. Di pedesaan hampir tiap rumah ada sepeda motor, rumah permanen, anak-anak sarjana, bisa berobat. Dimana semuanya berkat CU. 

"Ada ribuan orang yang bekerja sebagai pegawai CU, jutaan orang yang bisa menghidupi keluarganya karena bisnis yang dibangun dengan modal dari CU. Yang paling terasa dampaknya adalah CU mampu mengubah mindset masyarakat, di pedesaan khususnya menjadi pandai mengelola keuangan rumah tangga, mampu merencanakan hari depannya," ujar Edi, disela-sela Jalan Sehat peringatan Hut ke-30 Puskopdit BKCU Kalimantan.

Dibanding daerah lain di Indonesia, Kalbar bisa dikatakan surga credit union. Mengapa CU berkembang pesat di Kalbar, menurut Edi ada lima faktor penyebabnya. Pertama, credit union didirikan atas proses penyadaran yang mendalam untuk bangkit dari kemiskinan dan menjadi pilihan utama. 

Penyadaran itu dimulai dari komunitas kecil, seperti guru-guru, umat paroki, komunitas adat. Komunitas ini meski awalnya kecil tetapi sangat solid sebagai basis utama tumbuh dan berkembangnya CU. "Dari sinilah kemudian itu CU-CU itu berkembang pesat dan menjadi besar," ungkapnya.

Kedua, kemampuan para pegiat CU dalam mentransformasikan nilai-nilai, tradisi, budaya setempat dalam pengelolaan CU.

Baca: Saksikan Live Facebook Konser SLANK Minggu Malam Ini di Mempawah

Ketiga, adanya tokoh-tokoh di tiap CU sebagai penjaga roh agar CU tetap berjalan sesuai dengan cita-cita awal pendiriannya.

Dalam banyak kasus, CU yang kolaps karena kehilangan tokoh pendiri, didirikan dengan sponsor serta karena konflik internal; bukan karena faktor eksteral.

Keempat, credit union di Kalbar khususnya sejak awal sampai kini konsisten melaksanakan pendidikan bagi anggota dan pengurus, pengawas, komite, Pokti, manajemen. Pendidikan, inilah yang paling membedakan CU dengan lembaga keuangan lainnya. Sebelum menjadi anggota diberikan pendidikan. 

Setelah menjadi anggota diberikan beberapa pendidikan, seperti pendidikan kecakapan keuangan financial literacy, pendidikan kewirausahaan, pendalaman nilai-nilai CU. Pendidikan wajib diberikan oleh CU karena untuk membentuk watak anggota agar menjadi orang yang baik secara moral dan fisik. 

Baca: Mendung dan Angin Kencang, BMKG Sintang Prediksi Wilayah Ini Hujan Deras

Hal ini membuat Edi tak khawatir akan hadirnya Financial Technology adalah sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan. Melalui Fintech masyarakat atau pelaku usaha dimungkinkan mendapatkan akses pembiayaan yang mudah.

Hadirnya Fintech yang lagi hits lantaran sangat diminati tak menjadi ketakutan bagi Puskopdit BKCU Kalimantan, Edi mengatakan Fintech bukan saingan lantaran gerakan CU lebih mendidik anggota. 

Ia menilai melalui Fintech justru pihak pembiayaan bisa mendapatkan masalah karena resiko gagal bayar. Hal ini dikarenakan ketidakjelasan penggunaan dana untuk usaha. Berbeda dengan CU yang sudah melalui pembinaan anggota.

Di CU anggota dididik agar selalu menabung 10 persen dari pendapatananya dan hanya boleh berhutang 30 persen dari pendapatan. Pengeluaran 60 persen dari pendapatan benar-benar untuk kebutuhan, bukan keinginan. "Kelima, credit union taat azas dengan aturan dalam bingkai tata kelola CU sehat, baik kebijakan pemerintah maupun kebijakan dari gerakan credit union dunia," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved