Anton Sebut Ada Lima Tantangan Koperasi dan Gerakan CU, Berikut Ulasannya

Kedua, tahun 2019 adalah tahun politik. Semoga yang menang adalah rejim yang pro rakyat, pro credit union.

Anton Sebut Ada Lima Tantangan Koperasi dan Gerakan CU, Berikut Ulasannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Maskartini
BKCU Kalimantan menggelar serangkaian kegiatan peringatan HUT ke-30 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Gerakan credit union atau koperasi
credit union sedang menghadapi sejumah tantangan. Setidaknya kata Kepala Ekonom Bank Mandiri, Anton H Gunawan ada lima tantangan. Pertama, kondisi perekonomian global yang diperkirakan cenderung melambat beberapa tahun ke depan. 

Pertumbuhan global kata Anton diperkirakam akan flat, cenderung melambat hingga 2023, baik di China maupun Amerika Serikat.

Kedua, tahun 2019 adalah tahun politik. Semoga yang menang adalah rejim yang pro rakyat, pro credit union. 

Ia berharap undang-undang koperasi yang baru mengakomodir keberadaan credit union. Ketiga, harga komoditas petani yang anjlok yang berkontribusi pada turunnya tabungan dan tingginya kredit lalai. 

Keempat, financial technology (Fintech). Dengan jemari dan beberapa menit saja orang sudah bisa mendapat pinjaman. Peluang mendapat income generating namun juga peluang meningkatnya konsumerisme dan hendonisme. 

Kelima, mengelola generasi milenial. Generasi milenial sudah dan akan semakin penting di peta ekonomi dan politik Indonesia. Di pasar modal Indonesia, tercatat lebih dari seperempat atau 26,2 persen investor pasar modal 1,1 juta orang tahun 2017 adalah generasi milenial. 

Generasi ini katanya akan memainkan peran besar bagi masa depan bangsa sebab eksistensi mereka merupakan siklus zaman yang tidak bisa ditunda. Ini menjadi harapan positif dan tumpuan masa depan sebuah bangsa. 

Baca: YOUTUBER Nomor 1 Indonesia, Ini Rumah dan Mobil Mewah Milik Atta Halilintar

Masalahnya, menurut penelitian Credit Suisse, generasi milenial ini terbilang gagal dalam hal menata keuangannya, kaum milenial ini tidak punya tujuan finansial yang jelas, padahal umumnya berpenghasilan besar.

Accenture Consulting memprediksi bahwa pada tahun 2020 sekitar 60 persen populasi milenial akan berada di Asia, dimana pasar global diperkirakan mengeluarkan 6 triliun dolar AS atau Rp90.000 triliun.

Kami percaya, berdasarkan pengalaman, gerakan credit union mampu menghadapi tantangan-tantangan tersebut. "Kami berharap Puskopdit BKCU Kalimantan mampu menjadi mercusuar penjaga roh credit union. Roh ini sangat penting agar credit union mampu menghadapi tantangan jaman yang semakin kompleks," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved