Smart Woman

Rindah Tistita: Masalah Sampah Adalah Soal Kesadaran Masyarakat

Dimana mestinya jika kita memang menghasilkan sampah, maka buanglah ke tempat yang memang seharusnya, yaitu ke tempat sampah.

Rindah Tistita: Masalah Sampah Adalah Soal Kesadaran Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Rindah Tistita, Dara Pontianak fotogenic 2018. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Baru-baru ini, viral mengenai bangkai seekor paus sperma yang terdampar di pantai yang berada di Desa Kapota Utara, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada Minggu (18/11/2018).

Yang membuat berita itu terus jadi perbincangan adalah ditemukannya berbagai jenis sampah seberat 5,9 kg di dalam perut paus yang diduga sebagai penyebab kematian paus tersebut.

Baca: Ini Cara Tita Kurangi Produksi Sampah Pribadi

Baca: Menanggulangi Masalah Sampah Dengan Terapkan 3R

Rindah Tistita, Dara Pontianak fotogenic 2018.
Rindah Tistita, Dara Pontianak fotogenic 2018. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA)

Runner up 2 Duta lingkungan hidup Pontianak 2017, Rindah Tistita melihat hal itu adalah soal kesadaran masyarakat.

"Karena sampah nggak akan ada di laut, nggak akan ada di perairan, kalau kita nggak buang kesana," katanya.

Dimana mestinya jika kita memang menghasilkan sampah, maka buanglah ke tempat yang memang seharusnya, yaitu ke tempat sampah.

"Udah banyak kok petugas kebersihan yang akan membawa sampah itu ke TPA dan mengelolanya, itukan lebih baik ketimbang kita mebuang sampah ke Sungai," kata Dare fotogenik 2018 itu.

Namun Tita menyayangkan, masih saja banyak masyarakat yang membuang sampah ke Sungai, padahal itu merupakan kebiasaan buruk di masyarakat yang sulit untuk dihilangkan.

Padahal sudah sering diberi sosialisasi, serta dilakukan kegiatan bersih-bersih Sungai, tapi kenyataannya tetap saja sering membuang sampah ke Sungai.

Padahal kita semua tahu, baik Sungai maupun seisi bumi ini tidak hanya manusia, ada makhluk lainnya jiga, termasuk ikan-ikan di Sungai yang terkena dampaknya.

"Kalaupun ndak bisa mengurangi produksi sampah, setidaknya buanglah sampah pada tempat yang benar," kata gadis berkerudung itu.

Penulis: Bella
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved