Citizen Reporter

Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura Gelar Pelatihan Perawatan Luka

Faktor yang sangat mempengaruhi salah satunya ialah gaya hidup. Komplikasi dari diabetes melitus ialah luka diabetes.

Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura Gelar Pelatihan Perawatan Luka
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Suriadi memberikan materi mengenai perawatan luka 

Citizen Reporter
Raden Taufik S.N, S.Kep, Ns., CDWCN

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indonesia sebagai negara yang penduduknya majemuk dan heterogen memiliki banyak suku dan budaya termasuk gaya hidupnya.

Disebabkan oleh gaya hidup yang beragam atau tidak memperhatikan porsi yang dimakan menyebabkan orang Indonesia mengalami sakit diabetes melitus.

Baca: Waka Polda Hadiri Ulang Tahun Uskup Agung Pontianak di Singkawang

Baca: ASN Terlibat Kampanye, Bawaslu Kota Kirimkan Data Hingga Bukti ke Komite ASN

Diabetes Mellitus tipe II merupakan penyakit yang disebabkan oleh defisiensi insulin dalam tubuh.

Faktor yang sangat mempengaruhi salah satunya ialah gaya hidup. Komplikasi dari diabetes melitus ialah luka diabetes.

Untuk mengatasi hal tersebut Klinik PKU Muhammadiyah KITAMURA sebagai pelopor klinik Perawatan Luka pertama di Indonesia sejak tahun 2005 bekerjasama dengan Organiasi Profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Seminat/Badan Kelengkapan PPNI yaitu Indonesian Wound Ostomy Continence Nurses Association (INWOCNA), untuk mengadakan pelatihan Certified Diabetic Wound Care Nurse (CDWCN) yang menjadi salah satu pelatihan yang ada pada seminar tersebut.

 Selain Certified Basic Wound Care (CBWC)/ Sertfikasi Perawatan Luka Tingkat Dasar, Certified Wound Care Nurse (CWCN)/ Perawat Tersertifikasi Perawatan Luka, Certified Ostomy Care Nurse (COCN)/ Perawat Tersertifikasi Perawatan Stoma, Certified Continence Care Nurse (CCCN)/ Perawat tersertifikasi Perawatan Inkontinensia dan Certified Wound Ostomy Continence Nurse (CWOCN)/ Perawat Tersertifikasi Perawatan Luka, Stoma dan Inkontinensia.

Tujuan diadakannya pelatihan, menciptakan perawat yang mahir dalam perawatan luka diabetes dan memberikan pelayanan ke daerahnya masing- masing saat sudah selesai pelatihan melihat bagaimana sekarang banyak masyarakat didaerah yang masih sulit mendapatkan perawataan luka Diabetes yang disebabkan oleh kurang atau belum adanya sumber daya perawat luka .

Pelatihan dilaksanakan dari tanggal 18 November sampai 3 Desember 2018. Pelatihan CDWCN sendiri sudah memiliki 15 angkatan yang menyebar di seluruh Kalimantan Barat dan beberapa daerah di Indonesia.

Perawat yang sudah mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat kehadiran yang ber-SKP PPNI Pusat dan juga Sertifikat Keahlian/Kompetensi dari PPNI dan INWOCNA Pusat sehingga perawat tersebut disebut Perawat Tersertifikasi Perawatan Luka Diabetes.

Narasumber pada pelatihan ini merupakan perawat yang telah ahli dibidangnya yaitu Suriadi, MSN, Ph.D.,RN,AWCS; Haryanto, MSN, Ph.D, RN, WOC(ET)N dan Supriadi, MHS, RN. Pelatihan ini diadakan rutin setiap tahun untuk mencetak perawat-perawat yang mahir dalam perawatan luka diabetes.
Oleh karena itu, kami berharap pada pelatihan selanjutnya dapat diikuti oleh perawat- perawat yang ada di Kalimantan Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Dengan melihat antusiasme yang tinggi pada pelatihan perawatan luka, kedepannya kami juga berencana mengadakan pelatihan lainnya yaitu Certified Basic Wound Care (CBWC)/ Sertifikasi Perawatan Luka Tingkat Dasar selama lima hari untuk mencakup lebih luas kepada perawat yang tidak bisa mengikuti pelatihan CDWCN dan CWCN yang waktu pelatihannya dua minggu dan tiga minggu agar pelayanan perawatan luka bisa maksimal baik di Rumah Sakit, Puskesmas maupun klinik.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved