Jamkrida Catat Penjaminan Capai Rp329,337 Miliar, Berikut Jumlah Pelaku Usaha yang Dijamin Jamkrida

PT Jamkrida sebagai perusahaan daerah sudah melaksanakan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalbar

Jamkrida Catat Penjaminan Capai Rp329,337 Miliar, Berikut Jumlah Pelaku Usaha yang Dijamin Jamkrida
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINI
Direktur Utama Jamkrida Martinus Damamang 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kalimantan Barat yang diresmikan pada 29 Maret 2016 lalu mencatat penjaminan kepada debitur sepanjang 2018 mencapai 79 persen. Penjaminan dengan total outstanding Rp329,337 miliar tersebut kata Direktur Utama Jamkrida Martinus Damamang diberikan kepada 2015 debitur.

"Target hingga Oktober 2018 tercapai 79 persen. Target penjaminan Jamkrida pada 2018 sampai dengan Oktober sudah tercapai Rp329,337,423,200 atau 79 persen.

Baca: Aswandi Sebut Hal Positif Malaysia Berikan Kesempatan Pelajar Indonesia Kuliah Dinegaranya

Baca: Encep Tegaskan Pembangunan Gedung PUPR Kubu Raya Capai 60 Persen

Jumlah debitur yang dijamin sebanyak 2015 debitur," ujar Martinus, Jumat (23/11/2018) kepada Tribun Pontianak.

Baca: Aswandi Sebut Hal Positif Malaysia Berikan Kesempatan Pelajar Indonesia Kuliah Dinegaranya

Baca: AKBP Gembong Pastikan Bandar Juga Akan Dijerat TPPU

PT Jamkrida sebagai perusahaan daerah sudah melaksanakan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalbar dalam aspek skim penjaminan kredit mikro kecil sektor konsumtif dan kreatif sehingga melayani penjaminan secara menyeluruh.

Saat ini Jamkrida mempunyai produk penjaminan kredit mikro, penjaminan kredit multiguna, penjaminan kredit konstruksi dan pengadaan barang atau jasa, penjaminan bank garansi dan surety bond. "Rata-rata masing produk tumbuh, cuma di akhir tahun ini, cenderung ada pelunasan kredit jangka pendek seperti kredit konstruksi. Bila sudah lunas berarti selesai penjaminannya," ujarnya.

Martinus mengatakan kedepan penjaminan yang akan digenjot adalah penjaminan sektor produktif meliputi penjaminan kredit mikro, penjaminan kredit konstruksi dan pengadaan barang dan jasa juga penjaminan bank garansi.

Surety bond diakuinya juga menjadi fokus kedepannya karena merupakan merupakan produk baru. "Saya berharap proyek-proyek pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota yang dibiayai dari APBN dan APBD dapat memanfaatkan produk surety bond di Jamkrida Kalbar," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved