Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Kalbar Catat 3600 Investor Baru di 2018

Pihanya juga sudah melakukan kegiatan edukasi secara massif di semua sektor baik itu wiraswasta, akademisi hingga kalangan PNS.

Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Kalbar Catat 3600 Investor Baru di 2018
TRIBUNPONTIANAK/ISHAK
Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Pontianak, Taufan Febiola 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perkembangan investor yang berinvestasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalbar diakui Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalbar, Taufan Febiola melonjak tajam. Taufan mengatakan tahun ini di Kalbar mengalami penambahan jumlah investor menjadi 3600 investor baru, dari 2000 investor yang ditargetkan.

"Tahun ini kita mengalami penambahan jumlah investor itu menjadi 3600 investor baru dari yang kita targetkan awalnya hanya 2000 investor baru. Ininya menandakan bahwa ternyata peningkatan tahun ini kita mencetak rekor dalam sejarah dengan pertumbuhan investor baru mencapai 30 persen," ujar Taufan.

Baca: Terkait Aturan Baru Tes CPNS, Kusyadi:  BKPSDM Kubu Raya masih Tunggu Pemberitahuan Tertulis

Penambahan jumlah investor kata Taufan membuat transaksi BEI melonjak menjadi Rp7 triliun. Pasar modal di Kalbar sejak tahun 2016 mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal tersebut sungguh membanggakan lantaran nilai transaksi 2015 yang hanya mencapai Rp2,6 triliun pada 2016 bisa mencapai Rp7 triliun.

Artinya terjadi kenaikan hampir 300 persen dari sisi transaski dan jumlah investor naik 200 persen. Perkembangan ini diakuinya menandakan masyarakat Kalbar yang sudah memiliki literasi yang memadai atas produk pasar modal. Kedepan ia berharap tingkat literasi industri keuangan di Kota Pontianak semakin meningkat signifikan dari tahun ke tahun.

"Kalau kita melihat rendahnya laporan masyarakat atas investasi bodong menunjukkan sudah terjadi pergeseran bahwa masyarakat Kalbar yang awalnya meminati produk produk penawaran moneygame atau investasi yang menawarkan riten tinggi tapi beresiko tinggi mereka mulai beralih ke produk produk jasa keuangan yang tentunya di awasi oleh OJK," ungkapnya.

Baca: Warga Sintang Serbu Sembako Murah di RPK Center Bulog Sintang 

Hal tersebut kata Taufan tidak terlepas dari kegiatan edukasi yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Di mana dalam setahun ia mengaku bisa melakukan 200 kegiatan edukasi. Selain itu peran serta dari teman-teman media yang juga ikut mendukung menyebarluaskan informasi pasar modal melalui tulisan tulisan di media cetak dan elektronik.

Tahun 2018 ini Taufan sangat optimis bahwa transaksi di Kalbar bisa meningkat signifikan dengan harapan nilai transaksi bisa mencapai Rp 8 triliun. Kemudian pertumbuhan investor baru bisa mencapai 2000 investor baru. Pihanya juga sudah melakukan kegiatan edukasi secara massif di semua sektor baik itu wiraswasta, akademisi hingga kalangan PNS.

Tren data BPS menunjukkan 2020 mendatang mayoritas masyarakat Indonesia adalah usia produktif. Hal ini sinkron dengan data pertumbuhan investor yang didominasi oleh investor muda. Sehingga berharap 3 tahun lagi pertumbuhan investor bisa bertumbuh mengikuti deret ukur. Pontianak, Kubu Raya dan Singkawang merupakan beberapa daerah yang pertumbuhan investornya mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

*Belum Familiar
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau pasar modal merupakan salah satu industri jasa keuangan yang masih belum familiar bagi masyarakat. Melalui berbagai program kampanye baik berskala nasional maupun lokal terus menggaet investor lokal di pasar modal. Di Kota Pontianak sendiri pasar modal kembali naik daun beberapa tahun terakhir.

Taufan mengatakan pasar modal layak menjadi alternatif investasi lantaran imbal hasil yang menguntungkan dan pastinya aman. Pilihan investasi di bursa efek pun dijelaskan Taufan beragam, antara lain saham (bukti kepemilikan di suatu perusahaan) dengan keuntungannya deviden dan capital gain. Selain itu ada obligasi yang keuntunganya berupa kupon bunga dan capital gain.

Kemudian selain itu, masyarakat dengan dana terbatas mulai dari Rp100 ribu bisa memilih reksadana. Reksadana kata Taufan terbagi lagi ada reksadana saham, pendapatan tetap dan campuran. Tak kalah penting, dengan berinvestasi di pasar modal, masyarakat ia katakan menjadi bagian dalam mensukseskan pembangunan yang direncanakan negara dan menjadi investor dan memiliki saham terkemuka.

Taufan menjamin investasi masyarakat di pasar modal 100 persen aman karena legal dan dilindungi Otoritas Jasa Keuangan. "Tingkat perekonomian yang meningkat harus dibarengi dengan tingkat pemahaman investasi. Sebaiknya masyarakat berinvestasi pada produk produk yang diawasi oleh OJK. Seperti di pasar modal yang pastinya aman, terjangkau, diawasi OJK, dan jangka panjang sangat menguntungkan,"ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved