Luncurkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI, Sri Mulyani: Untuk Ketahanan Ekonomi Nasional

Kalau kita lihat lebih jauh, normalisasi kebijakan moneter di negara maju terutama di Amerika Serikat masih akan terus berlanjut.

Luncurkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI, Sri Mulyani: Untuk Ketahanan Ekonomi Nasional
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Menteri Keuangan Sri Mulyani tiba di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu di antara strategi Pemerintah menghadapi ekonomi global antara lain menciptakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI untuk menarik menarik modal asing dan investasi ke Indonesia.

Dikutip dari website resmi Kemenkeu Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan situasi ekonomi global masih tetap akan ada tekanan dan masih akan melambat di 2019.

Siaran pers Paket Kebijakan Ekonomi XVI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/11) dihadiri para pejabat di bidang perekonomian yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida.  

Baca: Mendadak Heboh! Penyanyi Kasidah Meninggal Dunia di Acara Maulid Nabi

 "Kalau kita lihat lebih jauh, normalisasi kebijakan moneter di negara maju terutama di Amerika Serikat masih akan terus berlanjut. Paket Kebijakan Ekonomi XVI formal tujuannya untuk jangka menengah-panjang untuk ketahanan ekonomi nasional. Tetapi ada unsur jangka pendek untuk memperkuat confidence dari pemilik dana supaya capital inflow (misalnya short-termcapital inflow dan Foreign Direct Investment) masuk," kata Menko Perekonomian melalui siaran pers.

Bentuk paket kebijakan ekonomi XVI terutama mencakup perluasan pemberian tax holiday dan relaksasi daftar negatif investasi (DNI). Kedua cakupan tersebut diharmonisasikan saling mendukung. Selain itu, Pemerintah juga melakukan evaluasi efektifitas kebijakan relaksasasi DNI tahun 2018 apakah tujuan target investasi tercapai. Terakhir, Pemerintah juga mengatur devisa hasil ekspor sumber daya alam (SDA). 

Baca: Fashion Parade di Grand Mall Kota Singkawang, Tonton Videonya

Menambahkan penjelasan Menko Perekonomian dan Menperind, Menkeu menjelaskan bahwa kebijakan tax holiday sebelumnya telah menarik investasi baru. Diharapkan dengan adanya paket kebijakan XVI yang akan memperluas sektor dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)  maka jumlah invstasi di Indonesia akan meningkat. 

"Tax holiday dalam bentuk OSS (Online Single Submission), dengan adanya penyederhanaan proses tax holiday hanya dalam waktu enam bulan kemarin kita sudah ada new investment sebesar lebih (Rp)160 triliun masuk. Dengan adanya (Paket Kebijakan Ekonomi XVI) perluasan sektor dan KBLI kita harapkan kenaikannya akan lebih meningkat lagi," pungkas Menkeu.  
 

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved