Realisasi Belanja Negara Hingga Oktober 2018 Capai 77,5 Persen dari Pagu APBN 2018

Lebih tingginya realisasi belanja subsidi sampai dengan bulan Oktober 2018 tersebut terutama disebabkan oleh realisasi belanja subsidi energi

Realisasi Belanja Negara Hingga Oktober 2018 Capai 77,5 Persen dari Pagu APBN 2018
Shutterstock
ilustrasi 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementerian Keuangan melalui website resmi Kemenkeu merilis realisasi Belanja Negara sampai dengan akhir Oktober 2018 mencapai Rp1,720,85 triliun atau 77,5 persen dari pagu APBN 2018. Angka ini tumbuh 11,9 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi Belanja Negara tersebut terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1,074,43 triliun atau sebesar 73,9 persen dari pagu APBN dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar 646,42 triliun yang berkisar 84,4 persen dari pagu APBN.

Baca: OJK Dorong Pertumbuhan Industri di Daerah Melalui Pasar Modal

Baca: Tingkatkan Pajak Melalui Pendidikan, Ini Yang Dilakukan Kemenkeu

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat sampai dengan Oktober 2018 yang tumbuh 19,6 persen (yoy) ) dengan penyerapan mencapai 73,9 persen dari pagu APBN 2018.

Pertumbuhan realisasi Belanja Pemerintah Pusat tersebut terutama didorong oleh realisasi Belanja Bantuan Sosial (Bansos) yang telah mencapai Rp69,14 triliun (tumbuh 47,8 persen) dan Subsidi yang mencapai Rp160,36 triliun (tumbuh 56,2 persen).

Belanja modal juga menunjukkan penyerapan yang cukup tinggi (52,7 persen) dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Realisasi belanja subsidi sampai dengan akhir Oktober 2018 mencapai Rp160,36 triliun atau 102,64 persen dari pagu yang ditetapkan dalam APBN 2018.

Realisasi belanja subsidi tersebut meliputi subsidi energi Rp117,37 triliun dan subsidi non energi Rp42,99 triliun.

Realisasi belanja subsidi sampai dengan akhir Oktober 2018 lebih besar Rp57,70 triliun atau 56,20 persen dibandingkan realisasi belanja subsidi pada periode yang sama tahun 2017.

Lebih tingginya realisasi belanja subsidi sampai dengan bulan Oktober 2018 tersebut terutama disebabkan oleh realisasi belanja subsidi energi yang dipengaruhi pergerakan ICP dan nilai tukar rupiah, serta pembayaran sebagian kurang bayar belanja subsidi pada tahun-tahun sebelumnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved