Kemenkeu Pastikan Perekonomian Tumbuh Kuat, Berikut Realisasi Pendapatan Negara

Realisasi APBN tahun 2018 sampai dengan periode 31 Oktober 2018 menunjukkan capaian yang sangat positif pada semua komponen

Kemenkeu Pastikan Perekonomian Tumbuh Kuat, Berikut Realisasi Pendapatan Negara
TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI
Grafik perkembangan inflasi 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Realisasi APBN tahun 2018 sampai dengan periode 31 Oktober 2018 menunjukkan capaian yang sangat positif pada semua komponen serta konsisten sejak awal tahun.

Pendapatan negara dan belanja negara secara bersamaan mampu memberikan capaian yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya dan defisit terjaga lebih rendah.

Kementerian Keuangan melalui siaran pers di website resminya mencatat pada Triwulan III tahun 2018 perekonomian Indonesia mampu tumbuh 5,17 persen, membaik dan memperlihatkan daya tahan perekonomian nasional terhadap gejolak perekonomian global.

Baca: Buntut Penolakan Cap Go Meh, Edi Kamtono Minta Masyarakat Tunjukan Pontianak Kota Toleransi

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mampu tumbuh tinggi dan menjadi pendorong pertumbuhan PDB.

Konsumsi pemerintah juga tumbuh cukup tinggi selama Triwulan III tahun 2018 seiring dengan peningkatan kemampuan penyerapan anggaran belanja negara.

Tingkat inflasi bulan Oktober 2018 tetap terkendali sebesar 3,16 persen (yoy) di tengah tekanan terhadap nilai tukar Rupiah bersumber dari stabilnya inflasi inti dan volatile foods. Kuatnya pertumbuhan ekonomi, stabilnya tingkat harga, menunjukkan daya tahan perekonomian nasional terhadap gejolak perekonomian global.

Realisasi pendapatan negara mencapai Rp1,483,86 triliun atau 78,32 persen dari target dalam APBN tahun 2018. Pendapatan negara yang berasal dari penerimaan Perpajakan, PNBP, dan Hibah berturut-turut sebesar Rp1,160,66 triliun, Rp315,44 triliun, dan Rp7,77 triliun atau telah mencapai 71,73 persen, 114,53 persen, dan 648,84 persen terhadap target penerimaan masing-masing yang ditetapkan pada APBN 2018.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan negara tumbuh 20,39 persen (yoy), sementara itu realisasi penerimaan Perpajakan dan PNBP tumbuh berturut-turut masing-masing sebesar 17,00 persen (yoy) dan 34,52 persen (yoy).

Realisasi penerimaan Pajak sampai dengan 31 Oktober 2018 tercatat sebesar Rp1,016,52 triliun atau 71,39% terhadap target APBN 2018. Capaian tersebut tumbuh 17,64 persen (yoy), jika tidak memperhitungkan penerimaan dari uang tebusan tax amnesty pada tahun 2017, maka penerimaan pajak tumbuh 19,30 persen (yoy).

Baca: Kemenkeu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Melaui Hal Ini

Pertumbuhan penerimaan pajak terutama bersumber dari penerimaan PPh migas, PPh nonmigas, serta PPN dan PPnBM. Kuatnya permintaan domestik berdampak pada penerimaan Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Penerimaan dari PPh nonmigas tumbuh sebesar 17,03 persen (yoy).

Halaman
123
Penulis: Maskartini
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved