DJP Kalbar Apresiasi Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia, Slamet: Wajib Pajak Lebih Terbuka

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Provinsi Kalbar, Slamet Sutanto berharap keberadaan Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia

DJP Kalbar Apresiasi Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia, Slamet: Wajib Pajak Lebih Terbuka
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Foto bersama Lima Pengurus Cabang Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia periode 2018-2023 di Hotel Mercure, Sabtu (16/11/2018). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Provinsi Kalbar, Slamet Sutanto berharap keberadaan Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia dapat terus membantu program-program Direktorat Jenderal Pajak antara lain e-filing, kepatuhan pembayaran dan pelaporan SPT, pemanfaatan Pas Final pasca tax amnesty dan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018.

"Kami menghargai keberadaan AKP2I sebagai bentuk organisasi yang memperhatikan masalah perpajakan. AKP2I diharapkan ikut serta membantu DJP untuk menyadarkan dan mengajarkan Wajib Pajak agar dapat memenuhi kewajiban perpajakannya dengan baik sesuai dengan ketentuan," ujar Slamet dalam Pelantikan 5 Cabang Pengurus AKP2I.

Ia mengatakan walaupun sudah terdapat account representative di masing-masing KPP tapi masih banyak Wajib Pajak yang belum sepenuhnya berani terbuka kepada petugas pajak dan Iebih memilih menggunakan jasa AKP2I. Selain itu, AKP2I juga dapat mambantu di bidang ekstensifikasi pajak dengan mendaftarkan masyarakat yang belum mempunyai NPWP.

Baca: Harga Karet Masih Terpuruk, Menteri Perindustrian Tegaskan Upaya Dongkrak Harga Karet

"Kami tidak bisa memberikan apapun kepada AKP2I tapi bisa saling memberikan informasi peraturan perpajakan terbaru dari Direktorat Jenderal Pajak dan berdiskusi tentang peraturan tersebut. Saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat membantu meningkatkan penerimaan pajak di Kalbar," harap Slamet.

Saat ini target penerimaan pajak Kanwil DJP Kalbar setiap tahunnya meningkat cukup signifikan. Tahun pihaknya ditargetkan sebesar Rp7,294 triliun.

"Apabila omset usaha klien AKP2I meningkat, maka sudah selayaknya setoran pajaknya ditingkatkan. Kami juga mengharap dorongan dan bantuan untuk menjaga integritas seluruh pegawai DJP dengan tidak mengiming-imingi pegawai DJP karena DJP telah mencanangkan zona integritas untuk membangun lingkungan wilayah babes korupsi," tegasnya.

Penulis: Maskartini
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved