Permintaan Domestik yang Kuat Dorong Defisit Neraca Perdagangan

Defisit neraca perdagangan non migas tercatat 0,39 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya mencatat surplus 1,32 miliar dolar AS

Permintaan Domestik yang Kuat Dorong Defisit Neraca Perdagangan
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bank Indonesia merilis neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2018 mencatat defisit 1,82 miliar dolar AS, seiring permintaan domestik yang masih kuat. Defisit bersumber dari neraca perdagangan non migas dan neraca perdagangan migas.

Melalui website resmi Bank Indonesia, Departemen Komunikasi menyampaikan dengan perkembangan tersebut, secara kumulatif Januari-Oktober 2018, neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit 5,51 miliar dolar AS.

Baca: Aksi Heroik Angelina Jolie di Lara Croft:Tomb Raider, Simak Sinopsisnya Berikut!

Baca: Datang ke Acara Ultah Mertuanya Aburizal Bakrie, Gaya Pakaian Nia Ramadhani Jadi Perbincangan

Defisit neraca perdagangan non migas tercatat 0,39 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya mencatat surplus 1,32 miliar dolar AS.

Defisit ini dipengaruhi kenaikan impor nomigas yang melebihi peningkatan ekspor nonmigas.

Peningkatan impor non migas tercatat sebesar 2,39 miliar dolar AS (mtm), terutama berupa bahan baku atau penolong dan barang modal antara lain mesin dan pesawat mekanik, mesin atau peralatan listrik, besi dan baja, plastik dan barang plastik, serta ampas atau sisa industri makanan.

Sementara itu, ekspor nonmigas meningkat 0,68 miliar dolar AS (mtm), didorong oleh komoditas manufaktur seperti, kendaraan dan bagiannya, perhiasan atau permata, alas kaki, dan bahan kimia anorganik. Dengan perkembangan ini, neraca perdagangan nonmigas secara kumulatif Januari-Oktober 2018 mencatat surplus sebesar 5,22 miliar dolar AS.

Defisit neraca perdagangan migas pada Oktober 2018 tercatat 1,43 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya yang sebesar 1,00 miliar dolar AS. Kenaikan defisit neraca perdagangan migas terutama dipengaruhi impor migas yang meningkat sebesar 0,62 miliar dolar AS (mtm), terutama akibat kenaikan impor minyak mentah, hasil minyak, dan gas.

Sementara itu, ekspor migas meningkat lebih terbatas yakni sebesar 0,20 miliar dolar AS (mtm), didorong oleh ekspor gas yang meningkat di tengah ekspor minyak mentah dan hasil minyak yang menurun. Dengan perkembangan ini, neraca perdagangan migas secara kumulatif Januari-Oktober 2018 mencatat defisit sebesar 10,74 miliar dolar AS.

Bank Indonesia memandang defisit neraca perdagangan Oktober 2018 tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang masih tinggi, khususnya investasi. Kegiatan investasi ini diyakini dapat berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing perekonomian ke depan. Dengan perkembangan neraca perdagangan hingga Oktober 2018, Bank Indonesia memprakirakan defisit neraca transaksi berjalan tetap berada dalam level yang aman, yakni di bawah 3 persen PDB.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved