Waspada Peredaran Barang Palsu di Idustri Otomotif, Mabes Polri Dorong Penegakan Sanksi Hukum

Maraknya pemalsuan barang otomotif menjadi ancaman tersendiri bagi masyarakat sebagai konsumen.

Waspada Peredaran Barang Palsu di Idustri Otomotif, Mabes Polri Dorong Penegakan Sanksi Hukum
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Parts Sub Dept Head PT Astra International Tbk - Honda Kantor Wilayah Kalimantan Barat, Agustoni Hioe menunjukkan perbedaan produk oli asli dan yang diduga palsu di Kantor Wilayah Honda Kalimantan Barat, di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/7/2018) siang. Penggunaan oli palsu dapat merugikan masyarakat yang dapat mempengaruhi performa mesin motor hingga tidak berlakunya garansi mesin motor tersebut. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Maraknya pemalsuan barang otomotif menjadi ancaman tersendiri bagi masyarakat sebagai konsumen.

Melihat kondisi itu, Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan dengan International Trademark Association (INTA) menggelar diskusi “Penanggulangan Peredaran Produk Palsu/Ilegal Sebagai Upaya Perlindungan Konsumen di Indonesia” pada Kamis (15/11/2018).

"Sepanjang ada demand itu pasti akan ada. Tetapi sekarang yang kita harus buat sadar juga si konsumennya, bahwa apa si risiko pakai kampas rem palsu dan disk brake palsu itu harus dibuat sadar, bahwa menghemat uang penting tetapi menyelamatkan nyawa akan lebih jauh penting," kata ketua MIAP Justisiari.

Baca: Disperindagnaker Mempawah Klaim Mempawah Bebas Oli Palsu

"MIAP bersama pemangku kepentingan kekayaan intelektual senantiasa berupaya untuk mengurangi dampak negatif dari peredaran produk palsu/ilegal," sambung dia.

Justisiari mengaku berkembangnya praktek e-dagang (e-commerce) secara tidak langsung memperluas juga peredaran produk palsu/ilegal kepada konsumen.

"Hal ini dilakukan oleh oknum-oknum pelanggar yang tidak memperhatikan keselamatan konsumen," bebernya.

Oleh karena itu perlu langkah antisipasi untuk menanggulangi peredaran produk palsu/ilegal untuk melindung konsumen di Indonesia.

Sementara, Direktur Siber, Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri, Brigjen Pol Albertus Rahmad Wibowo angkat bicara.

Baca: Kapolda Kalbar Beberkan Upaya Penegakan Hukum Oknum Kadis PU Ketapang Pasca OTT

“Sangatlah penting mendorong peran aktif pelaku usaha/bisnis untuk memperhatikan hak konsumen," paparnya.

"Namun yang tak kalah penting adalah adanya penegakan sanksi hukum yang tegas bagi para pelaku atau yang terlibat didalamnya," sambungnya.

Ia mengaku, sebagai bangsa besar, masyarakat untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia memiliki komitmen dalam menangani produk palsu.

Sementara Anticounterfeiting Advisor Asia-Pacific INTA, Valentina Salmoiraghi mencatat perkiraan nilai perdagangan dari pemalsuan di seluruh dunia mencapai angka 1,13 triliun dolar.

"Dalam 2–3 tahun terakhir, anggota kami yang bergerak di industri pelumas mengamati adanya peningkatan peredaran pelumas palsu di platform e-commerce di Indonesia," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Waspada! Komponen dan Oli Palsu Dijual Lewat E-Commerce.

Editor: madrosid
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved