Istri Para Dewan Komisaris dan Direksi BPD se-Indonesia Sambangi Gedung Dekranasda Kalbar
Mungkin karena warna alam, motifnya unik dan harganya juga terjangkau sehingga jadi incaran tamu-tamu lainnya
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Sebanyak 42 orang istri para Dewan Komisaris dan Direksi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Se-Indonesia sambangi Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani 1 Pontianak, Kamis (15/11/2018).
42 orang itu terdiri dari 8 orang Komisaris Utama, 16 orang Komisaris, 2 orang Direktur Utama, 6 orang direksi, 1 orang komite dan 9 orang pendamping. Tak hanya itu, rombongan turut didampingi oleh 14 orang ibu Kepala Divisi.
Ketua Dekranasda Kalbar, Lismaryani Sutarmidji mengatakan kunjungan para Istri Dewan Komisaris dan Direksi BPD Se-Indonesia merupakan bagian dari agenda kunjungan usaha rakyat di Dekranasda Kalbar.
Baca: Gol Penalti Penyama Kedudukan Sambas Saat Melawan Landak
“Ini kunjungan istri Komisaris dan Direksi BPD Se-Indonesia. Kita menyambut baik kunjungan ini. Kami memperlihatkan pengrajin dan produk unggulan kita di Provinsi Kalimantan Barat,” ungkapnya saat diwawancarai awak media.
Lismaryani menambahkan pihaknya juga memperkenalkan hasil kerajinan kain tenun khas Kalimantan Barat bersama para pengrajinnya. Diantaranya kain tenun Sambas oleh perajin Dayang, kain tenun Sidan Kapuas Hulu oleh Wati dan sulam kustik oleh Yayuk.
"Jadi, kami hadirkan display hasil tenun dan para penenunnya,” terangnya.
Ia menimpali kain unik yang ditampilkan saat kunjungan ini adalah tenun ikat Sintang. Pasalnya, kain tenun ikat Sintang menjadi satu diantara tenun yang diincar sejumlah orang saat gelaran fashion showpameran Kriyanusa 2018 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Jakarta Convention Center (JCC) beberapa waktu lalu.
“Saat pameran, tenun Sintang dipilih dan dibeli oleh ibu Menteri. Mungkin karena warna alam, motifnya unik dan harganya juga terjangkau sehingga jadi incaran tamu-tamu lainnya,” katanya.
Lismaryani menambahkan untuk display produk yang ditampilkan saat kunjungan sebelumnya telah dikoordinasikan ke kabupaten atau kota.
“Seperti Kota Pontianak itu produk akar keladi dan tenun corak insang. Kabupaten Bengkayang itu tas-tas dari anyaman. Kabupaten Sintang produk kain tenun ikat. Kabupaten Kubu Raya menampilkan kerajinan akar keladi air. Kabupaten Kayong Utara itu kerajinan anyaman,” tukasnya.
Perwakilan rombongan istri Dewan Komisaris dan Direksi BPD Se-Indonesia, Vivi Sopiah menegaskan kunjungan dirinya dan rombongan untuk melihat produk-produk kerajinan yang menjadi ciri khas Kota Pontianak.
Baca: Gol Penalti Penyama Kedudukan Sambas Saat Melawan Landak
“Saya senang. Kebetulan saya dari BJB (Bank Jabar Banten). Tentunya, setiap daerah mempunyai Dekranasda yang terus digiatkan perannya melalui program-program memajukan UMKM masyarakat,” ungkapnya.
Vivi mengakui pemerintah saat ini tengah menggalakan pengembangan sektor pariwisata. Dekranasda, kata dia, menjadi tempat penyediaan aneka cinderamata yang nantinya dibawa oleh para pengunjung ketika pulang.
“Karena sekarang otonomi daerah, setiap daerah berlomba-lomba menampilkan ciri khas masing-masing. Di sini (Kalbar_red) ciri khasnya seperti kerajinan Dayak. Kalau ke Aceh tentu ada ciri khas masing-masing. Kami di Jawa Barat juga gitu, begitu juga daerah-daerah lainnya,” tandasnya.