Sutarmidji: Literasi Bukan Saja Tugas OJK Tapi Pemilik Produk Industri Jasa Keuangan

Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Sutarmidji mengucapkan selamat atas peresmian Kantor Baru Otoritas Jasa Keuangan di Jalan Ahmad Yani

Sutarmidji: Literasi Bukan Saja Tugas OJK Tapi Pemilik Produk Industri Jasa Keuangan
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan arahannya saat menghadiri peresmian gedung kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) provinsi Kalimantan Barat, Jalan A Yani, no 62, Pontianak, Selasa (13/11/2018). Kantor OJK ini merupakan kantor sementara yang disewa selama 5 tahun kedepan. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Sutarmidji mengucapkan selamat atas peresmian Kantor Baru Otoritas Jasa Keuangan di Jalan Ahmad Yani, Selasa (13/11/2018). Midji mengatakan selama ini masyarakat hanya mengenal bank.

Ia mengajak semua masyarakat untuk memahami produk industri jasa keuangan.

Midji mengatakan keberadaan OJK sangat dibutuhkan masyarakat. OJK saat ini tidak hanya menjadi pusat informasi bagi masyarakat tetapi juga memberikan jaminan kenyamanan dan kepasitas di sektor jasa keuangan baik perbankan, asuransi, industri non bank dan lainnya.

Khusus produk perbankan konvensional diakui Midji cukup sederhana. Dengan mengakses produk perbankan otomatis pemahaman atau tingkat literasi seseorang sudah cukup baik. "Namun berbeda dengan asuransi, dimana pemahaman masyarakat terhadap asuransi masih sangat lemah. Ini yang harus disadari betul, literasi harus terus ditingkatkan," ujarnya.

Baca: Hadiri Pengukuhan Pengurus Tarung Derajad, Rusman Ali Sebut Olahraga Turun Bangun Kualitas SDM

Kepada OJK, Midji meminta agar gencar memberikan edukasi kepada masyarakat. Semakin luasnya informasi tentang produk jasa keuangan kata Midji mempercepat pertumbuhan sektor jasa keuangan. Midji mengatakan masyarakat yang memiliki tingkat keuangan lebih, akan memanfaatkan sektor jasa keuangan yang ada untuk menabung, atau terlibat dalam investasi.

"Untuk jasa keuangan pada bank konvensional, tentu masyarakat sudah banyak tahu. Namun, sektor jasa keuangan seperti asuransi, pasar modal dan investasi lainnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya.  Akses perbankan di Kalbar saat ini sudah 12,60 persen, namun literasi untuk masyarakat masih berada di bawah 30 persen," ungkapnya.

Pemahaman terhadap produk jasa keuangan kata Midji bukan saja menjadi tugas dari OJK. Perbankan sebagai pemilik produk dan industri jasa keuangan non bank juga harus berperan aktif dalam memaksimalkan edukasi masyarakat. Dengan demikian kata Midji sektor jasa keuangan non-perbankan juga tumbuh bersama.

Midji mengatakan semakin luasnya informasi tentang jasa keuangan, diikuti semakin meningkatnya kemampuan keuangan sehingga masyarakat mencoba mempercepat perkembangan keuangannya dengan mencoba mengakses jasa keuangan.

Perusahaan yang bergerak dibidang jasa keuangan paling bertanggungjawab terhadap pemahaman masyarakat terhadap produk jasa keuangan.

Ia mencontohkan di Hongkong, hampir semua masyarakat tidak mengakses bank namun lebih tertarik mengakses pasar modal untuk berinvestasi.

"Akibatnya bunga perbankan rendah, dari sisi bubga bank saja kita sudah kalah dengan negara lain. Kapan kita bisa berkompetisi di produk, makanya hampir tidak ada industri hilir yang didirikan di Indonesia. Kita menjadi pasarnya produk negara lain, kedepan perbankan harus berani perang bunga kalau perlu dibawah 5 persen," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved