Percepat Akses Keuangan, Kepala OJK Kalbar Juga Sampaikan Kondisi Perekonomian Kalbar Terkini

Otoritas Jasa Keuangan meresmikan Kantor Baru di Jalan Ahmad Yani, Selasa (13/11/2018).

Percepat Akses Keuangan, Kepala OJK Kalbar Juga Sampaikan Kondisi Perekonomian Kalbar Terkini
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan arahannya saat menghadiri peresmian gedung kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) provinsi Kalimantan Barat, Jalan A Yani, no 62, Pontianak, Selasa (13/11/2018). Kantor OJK ini merupakan kantor sementara yang disewa selama 5 tahun kedepan. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Otoritas Jasa Keuangan meresmikan Kantor Baru di Jalan Ahmad Yani, Selasa (13/11/2018).

Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Kalbar, H Sutarmidji, Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara, didampingi Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalbar, Moch Riezky F Purnomo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar Prijono serta Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Kapolda Kalbar Didi Haryono dan Anggota Komisi XI DPR RI, G Michael Jeno.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalbar, Moch Riezky F Purnomo mengatakan guna meningkatkan kualitas, fungsi dan perannya terhadap seluruh pemangku kepentingan, Kantor OJK Provinsi Kalbar terhitung tanggal 1 Mei 2017 telah beroperasi di gedung yang baru di Jalan Ahmad Yani Nomor 02, Pontianak.

Baca: 2 Dari 3 Tersangka Yang Diamankan Polresta Pontianak Atas Kasus Pelecehan Seksual

Sejak dimulainya masa transisi peralihan fungsi, tugas dan wewenang pengaturan dan pengawasan seluruh Sektor Jasa Keuangan kepada OJK 1 Januari 2014, Kantor OJK Provinsi Kalbar beroperasional di Lantai 2 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar.

Kantor OJK Provinsi Kalbar sendiri berada dibawah koordinasi Kantor OJK Regional 9 Kalimantan.

Provinsi Kalbar memiliki 12 kabupaten dan 2 kota yang berbatasan langsung dengan 3 provinsi lainnya yaitu Provinsi Kalteng, Provinsi Kalimantan Utara dan Provinsi Kalimantan Selatan serta berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Riezky dalam peresmian kantornya juga menyampaikan kondisi ekonomi provinsi Kalbar.

Ia mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada TW II - 2018 pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat adalah sebesar 5,18 persen (y-on-y) lebih baik dibandingkan Provinsi Kaltim sebesar 1,84 persen (y-on-y), dan Provinsi Kalimantan Selatan Sebesar 4,64 persen (y-on-y) namun dibawah rata rata nasional sebesar 5,27 persen (y-on-y).

Baca: Otoritas Jasa Keuangan Monitor Penyelesaian Kewajiban PT Jiwasraya Persero

"Secara umum kondisi perekonomian Provinsi Kalbar sangat baik. Saat ini di telah terdapat 6 bank yang menyelenggarakan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) di Kalbar dengan total jumlah agen sebanyak 6.018 agen dan sebanyak 168.501 nasabah, dengan total basic saving account sebesar Rp50,165 juta," ujarnya.

Selain itu, guna meningkatkan literasi keuangan di Kalbar, selama tahun 2018 telah dilaksanakan sebanyak 55 kegiatan edukasi kepada masyarakat di Kalbar. "Sejak Januari hingga September 2018 kami menangani sebanyak 38 pengaduan nasabah. Selain dari itu, kita juga memberikan pelayanan terhadap permintaan Informasi Debitur (IDEB) melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang sejak Januari s.d September 2018 tercatat sebanyak 2000 Permintaan IDEB," ujarnya.

Kantor OJK mengawasi secara langsung 1 BPD dan 21 BPR. Lebih jauh lagi, pada posisi Maret 2018 tercatat terdapat 109 perusahaan Industri Jasa Keuangan yang berada di wilayah kerja Kantor OJK Provinsi Kalbar.

Halaman
12
Penulis: Maskartini
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved