Lion Air Jatuh

Cap Telapak Kaki Kanan Ungkap Identitas Bayi Korban Lion Air, Ini Namanya

Di situ tertulis semua identitasnya, dari jam lahir sampai nama orang tua, lengkap.

Cap Telapak Kaki Kanan Ungkap Identitas Bayi Korban Lion Air, Ini Namanya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan pengecekan ban dan turbin pesawat Lion Air PK-LQP untuk dicek lebih lanjut di posko evakuasi Basarnas, Terminal JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (4/11/2018). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Tim DVI Polri telah berhasil mengidentifikasi jenazah bayi berusia setahun tiga bulan korban Lion Air JT 610,  Jumat (9/11/2018). Bayi tersebut atas nama Kyara Aurine Daniendra.

Sambil mengangkat lembaran kertas berisi cap telapak kaki, Kasubbid Olah TKP Inafis Kompol Suyanta mengatakan jenazah bayi tersebut berhasil diketahui berdasarkan pencocokan manual cap telapak kaki kanan Kyara dengan jenazah korban Lion Air JT 610 yang dikirim di RS Bhayangkara Polri Tingkat I Said Sukanto, Kramat Jati Jakarta Timur.

Ia menjelaskan, proses identifikasi tersebut menjadi lebih cepat setelah keluarga Kyara memberikan data berupa cap kaki kanannya.

Menurut Suyanta, sebenarnya jenazah bayi tersebut sudah ditemukan di awal-awal proses evakuasi.

Baca: Pagi Ini, Putussibau dan Sekitar Diguyur Hujan

Hal yang menyulitkan identifikasi jenazah Kyara adalah karena kedua orang tua Kyara juga menjadi korban kecelakaan pesawat nahas tersebut.

"Sebenarnya ini sudah datang waktu awal-awal proses evakuasi, tapi karena kedua orang tuanya juga jadi korban kami agak kesulitan untuk mengidentifikasinya," kata Suyanta di RS Bhayangkara Polri Tingkat I Said Sukanto, Kramat Jati Jakarta Timur pada Jumat (9/11/2018).

Suyanta juga mengatakan, cap kaki kanan Kyara tersebut diambil ketika Kyara lahir di rumah sakit.

Berdasarkan berkas yang diterimanya, selain cap kaki juga tertera data lain misalnya jam dan tempat lahir serta nama kedua orang tua Kyara.

"Biasanya ketika bayi baru lahir akan diambil cap kakinya. Di situ tertulis semua identitasnya, dari jam lahir sampai nama orang tua, lengkap. Biasanya itu dilakukan agar satu bayi tidak tertukar dengan bayi lainnya," kata Suyanta.

Suyanta menjelaskan hal yang menjadi kesulitan timnya dalam proses identifikasi korban melalui sidik jari adalah kondisi sidik jari tersebut.

Halaman
123
Editor: Jamadin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved