Beri Pendidikan Karakter, PUSPA Harap Hapus Kasus Kekerasan Anak di Yuka

PUSPA melihat data yang disajikan. Di Pontianak Barat juga cukup tinggi untuk kasus kekerasan anak dan perempuan

Beri Pendidikan Karakter, PUSPA Harap Hapus Kasus Kekerasan Anak di Yuka
TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA
Suasana pendidikan karakter yang diberikan pada anak-anak Komplek Yuka, di PAUD Mandiri Indah, Sabtu (10/11/2018). Forum PUSPA Kalbar menyasar kawasan Yuka untuk bidikan program guna menghapus kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di sana. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Nina Soraya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Tiga puluh anak usia pelajar yang merupakan warga Jalan Komp Yuka, Kecamatan Pontianak Barat ini berpartisipasi dalam kegiatan penguatan kapasitas untuk anak, di PAUD Mandiri Indah, Sabtu (10/11/2018). Kegiatan ini digelar oleh Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa).

Mereka dipaparkan tentang apa saja yang menjadi hak dan kewajiban anak. Jika merunut pada UU Perlindungan anak, maka ada 31 hak anak dan 5 kewajiban anak. Cara penyampaian materi ini pun menarik, anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) diajak melakukan permainan.

Baca: Forum PUSPA Sosialisasi Bahaya Narkoba pada Warga Pontianak Barat

Baca: Ahmad Fauzi: Mahasiswa Tak Boleh Kehilangan Daya Kritisnya

Seperti menirukan tepuk Pramuka guna mempelajari empat hak utama pada anak dari 31 hak yang ada yakni hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak partisipasi. Pemateri memberikan gaya gerakan tangan yang wajib diikuti anak-anak.

“Ini merupakan TOT kedua untuk kelompok anak-anak. Agenda kita hari ini mensosialisasikan 31 hak anak dan 5 kewajiban pada anak yang telah diatur dalam UU Perlindungan Anak. Kita harapkan dengan mereka mengetahui ini maka hak dan kewajibannya bisa berjalan dengan baik,” kata Syofan Syodikin yang menjadi pametri sekaligus Wakil Ketua Forum PUSPA Kalbar.

Forum PUSPA ini, kata Syofan, memberikan pendidkan karakter pada anak. Tujuannya agar anak-anak di Komplek Yuka memiliki karakter baik, serta dari program tersebut bisa menghapuskan kekerasan terhadap anak dan perempuan di wilayah tersebut.

Baca: LIVE BOLA Streaming Aceh United Vs Semen Padang, Laga Krusial Grup A Liga 2

Baca: Anda Penikmat Makanan Khas Batak, Disini Tempatnya

Menurutnya persoalan sosial di sana seperti kasus kekerasan anak dan perempuan, kasus trafiking, hingga narkoba harus dicarikan solusi bersama. Satu di antaranya dengan menghadirkan kegiatan atau intervensi program yang menyasar langsung kepada kelompok anak, remaja dan perempuan.

“Dalam tiap permainan yang diajarkan ada pesan seperti harus saling menghormati, menghargai, bekerjasama,” ujarnya.

Forum PUSPA Kalbar yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalbar ini menjadi forum bersama untuk mengatasi persoalan perempuan dan anak.

Saat menentukan wilayah yang akan dijadikan bidikan program, kata Syofan, PUSPA terlebih dulu lihat data yang disajikan. Di Pontianak Barat juga cukup tinggi untuk kasus kekerasan anak dan perempuan.

“Hari sebelumnya kita sudah melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba dan kesehatan reproduksi. Kita lihat antusias masyarakat sangat baik. Meski program ini akan berakhir, tapi PUSPA akan terus mengawalnya,” sampainya.

Di akhir program, akan dibentuk kader-kader yang akan ikut mengawal dari keberlangsungan proram yang sudah dijalankan dan bisa ‘menularkan’ semangat baik tersebut.

“Kita perlu bersinergi dengan masyarakat untuk melindungi anak-anak agar mereka terhindar dari kekerasan yang datangnya bisa dari orang luar atau dari keluarga sendiri,” tandasnya.

Nova, satu di antara peserta TOT mengaku senang sekali bisa ikut kegiatan ini. Anak kelas 5 SD tersebut menuturkan belum pernah mengikuti semacam ini.

“Suke ama kawan-kawan bisa main sambil belajar di sini,” tuturnya.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved