Pajak Walet Capai Miliaran Rupiah, Bapenda Harap Pemilik Rumah Walet Bayar Pajak

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sanggau, Suhardi TB menyampaikan, pontensi Pendapatan Asli Daerah

Pajak Walet Capai Miliaran Rupiah, Bapenda Harap Pemilik Rumah Walet Bayar Pajak
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sanggau, Suhardi TB saat foto bersama warga yang membayar pajak PBB di kantor Bapenda Sanggau, kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sanggau, Suhardi TB menyampaikan, pontensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil walet, bisa mencapai milyaran Rupiah.

Untuk itu, ia berharap para pemilik sarang burung walet untuk membayar pajak yang telah ditetapkan pemerintah.

“Aturannya itu menurut Perbup sarang burung walet nomor 36 tahun 2015 adalah 10 persen dari penghasilan. Kalau memang seperti itu, bisa milyaran Rupiah sebenarnya. Tapi faktanya baru Rp 32 juta, makanya kita minta partisipasinyalah, yang terdata 263 titik, yang bayar belum separuh dari itu,” katanya, Jumat (9/11).

Ia menjelaskan, realisasi pajak walet saat ini Rp 32 juta. Meskipun melampaui target tahun 2018 yang Rp 30 juta, namun jumlah itu masih kecil dari potensi yang ada. Dikatakanya, Pendapatan yang terbesar dari Kecamatan Kapuas, kemudian di Meliau, Tayan Hilir dan Parindu.

Baca: Kembali Artis Tertangkap, Aktor Ganteng Ini Ditangkap Polisi Gara-gara Narkoba

“Cuma sampai hari ini, mereka kurang greget untuk bayar pajak. Makanya kita imbau kepada teman-teman ini, tolonglah ini kan dari masyarakat untuk masyarakat. Karena kami dari Dispenda kan hanya kewenangan untuk memungut,” imbuhnya.

Suhardi memastikan dari 263 titik rumah walet yang terdata, jika maksimal ditarik pajaknya, hasilnya akan cukup lumayan. “Rp30 juta itu sudah terbirit-birit kami nariknya. Alasan mereka itu karena malas bayar. Makanya kita cari apa yang menyebabkan mereka malas bayar,” tegasnya.

Kedepan Bapenda berencana membuat aplikasi bekerjasama dengan Diskominfo Sanggau untuk mempermudah para pemilik rumah walet membayar kewajiban mereka. Untuk tahun 2019, target pendapatan akan dinaikkan menjadi Rp 50 juta.

“Cuma mereka juga harus konsekuen. Saya dapat informasi, yang punya walet ini malah orang luar Kabupaten Sanggau. Rata-rata mereka investasi di desa, disuruh orang desa itu yang menjaga, dikasih persen,” tegasnya.

Selain itu, perlu kerjasama dengan pihak instansi vertikal dalam pengawasan sarang walet, misalnya dengan Kantor Karantina Hewan.

“Dan kita di kabupaten Sanggau, Bapenda langsung yang mendata, di kabupaten Kubu Raya melakukan pendataan potensi Walet menggunakan pihak ketiga, ” pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved