Terkendala Batas Maksimal Umur 35 Tahun, BKD Harap Ada Peraturan Khusus Bagi CPNS Tenaga Spesialis

Ia berharap ada peraturan yang nantinya mengatur ulang ketentuan batas umur maksimal CPNS untuk tenaga spesialis.

Terkendala Batas Maksimal Umur 35 Tahun, BKD Harap Ada Peraturan Khusus Bagi CPNS Tenaga Spesialis
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala BKD Provinsi Kalbar Moses Tabah saat diwawancarai Tribun Pontianak, Senin (5/11/2018) sore. 

Moses menimpali keluhan rekrutmen CPNS tenaga spesialis itu juga telah disampaikan oleh dirinya kepada Gubernur Kalimantan Barat.

“Gubernur Kalbar juga sudah menyampaikan kepada Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Moses menambahkan proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kalimantan Barat Tahun 2018 masih berlangsung hingga kini. Saat ini, para peserta masih menjalani tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) melalui Computer Asisted Test (CAT) di tingkat Pemerintah Kota/Kabupaten masing-masing.

 “Tes CAT masih berlangsung. Ada beberapa daerah yang baru mulai kemarin dan hari ini. Ada juga beberapa daerah yang sudah selesai tes dan tinggal menunggu hasil pengumuman capaian passing grade CAT. Kami masih nunggu hasilnya dari Panselnas, kemudian diumumkan,” paparnya.

Ia berharap kuota CPNS Kalbar Tahun 2017 sebanyak 2.762 orang bisa terisi penuh. Namun, ia tidak memungkiri masih dijumpai beberapa posisi yang tidak dilamar oleh para pelamar.

“Ada jabatan yang tidak dilamar oleh pelamar. Saya belum rekap berapa itu. Ada guru, dokter spesialis dan lainnya. Kalau posisi dokter spesialis, ketentuan batas maksimal umur menjadi kendala,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta pertimbangan Pemerintah Pusat terhadap dokter-dokter spesialis yang berusia di atas lebih dari 35 tahun untuk diberikan kemudahan menjadi CPNS.

Menurut dia, tenaga dokter-dokter spesialis merupakan keahlian yang tidak semua orang memiliki dan terbilang langka.

“Kan kasihan kalau ada dokter spesialis yang keahliannya langka dan harus selesaikan pendidikan sekitar 7-8 tahun, tapi karena usianya lebih dari 35 tahun tak bisa jadi PNS karena sistem menolak. Lalu, jadi tenaga kontrak,” ujarnya.

Bahkan, Sutarmidji berharap ada pengakuan khusus dan penghargaan melalui kemudhan-kemudahan yang diberikan pemerintah kepada dokter-dokter spesialis.

Halaman
123
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved