Siswa Hilang

Keluarga Ikhlaskan Kepergian Julikianus Randi

Keluarga korban yang ditemukan sudah tak bernyawa di sungai Kapuas, membenarkan kalau jenazah tersebut adalah Julikianus Randi

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Proses evakuasi jenazah Julikianus Randi yang ditemukan tak bernyawa di Sungai Kapuas Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (6/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Keluarga korban yang ditemukan sudah tak bernyawa di sungai Kapuas, membenarkan kalau jenazah tersebut adalah Julikianus Randi yang sempat hilang di Tepian Sungai daerah Dusun Suawe Desa Melapi Kecamatan Putussibau Selatan, Minggu (4/11/2018) pukul 09.00 WIB.

Pelajar SMA Negeri Badau Kecamatan Badau itu temukan sudah tak bernyawa di parkir speed (Lanting) Sungai Kapuas, miliknya warga Desa Tanjung Jati Kecamatan Putussibau Selatan, Selasa (6/11/2018) pukul 07.30 WIB.

"Ya jenazah tersebut adalah anak kami (keponakan) bernama Julikianus Randi yang hilang hari Minggu kemarin, di Tepian Sungai daerah Dusun Suawe Desa Melapi Kecamatan Putussibau Selatan," ujar Paman Korban yaitu Agus Mulyana kepada wartawan, saat berada di Rumah Sakit Dr Achmad Diponegoro Putussibau, Selasa (6/11/2018).

Baca: Kubu Jokowi Jangkau Suara Pemilih Dengan Kampanye Positif

Agus Mulyana menjelaskan, jenazah setelah dilakukan autopsi di rumah sakit langsung dibawa ke Desa Kekurak Kecamatan Badau adalah tempat rumah duka atau orang tuanya sendiri. "Kami juga masih menunggu kedatangan keluarga dari Malaysia, jadi kemungkinan belum bisa dimakamkan hari ini," ucapnya.

Atas kejadian ini pihak keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian Julikianus Randi, dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak dan masyarakat Dusun Suawe Desa Melapi Kecamatan Putussibau, telah membantu pencarian korban dari hari Minggu hingga ditemukan korban.

"Hanya Tuhan yang bisa membalas kerja keras ini demi mencari korban. Terkait langkah selanjutnya kami serahkan ke pihak kepolisian yang lebih paham persoalan tersebut. Pastinya diharapkan, carilah yang terbaik dalam kejadian ini," ungkapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved