Camat Terentang Apresiasi Pencanangan Kampung KB di Radak Baru

Pelaksana tugas Camat Terentang Suharto mengapresiasi pencanangan Kampung KB Desa Radak Baru di wilayahnya akhir pekan lalu.

Camat Terentang Apresiasi Pencanangan Kampung KB di Radak Baru
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MADROSID
PANTAU - Wabup Kubu Raya, Hermanus bersama istri saat melihat pemasangan implan bagi para ibu di Desa Mekarsari sebagai desa yang didaulat dalam program pencangan kampung KB, Kamis (10/3). 

Citizen Reporter

Humas Pemkab Kubu Raya

Rio Raziqin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Pelaksana tugas Camat Terentang Suharto mengapresiasi pencanangan Kampung KB Desa Radak Baru di wilayahnya akhir pekan lalu.

Suharto menilai program kampung KB punya peran penting dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Dimana hal itu dimulai dari pelayanan terhadap peserta keluarga berencana (KB). Ia mengatakan keluarga berencana bukan program yang melarang warga untuk punya anak, melainkan merencanakan kehidupan berkeluarga agar lebih baik.

“Mulai dari pernikahan, pada usia berapa yang boleh menikah, usia berapa yang boleh melahirkan, kemudian usia berapa boleh melahirkan lagi,” ujarnya menjelaskan.

Baca: Pengelolaan Keuangan Harus Berorientasi Produktif

Karena itu, Suharto berharap pencanangan kampung KB di Desa Radak Baru punya daya ungkit pengaruh bagi warga setempat. Alih-alih sebatas seremonial penggugur kewajiban program.

Ia meminta para tokoh masyarakat berpartisipasi aktif dalam kampanye program keluarga berencana. Menurut dia, kesuksesan program keluarga berencana merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Ini tugas kita. Bukan kita melarang orang untuk melahirkan. Kalau sekadar melahirkan gampang. Tapi bagaimana untuk bisa mampu memenuhi hak-hak anak seperti kesehatan, pendidikan, dan sebagainya,” tuturnya.

Suharto mengingatkan pernikahan mempunyai batasan usia ideal. Yakni 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun bagi pria. Namun ia menyayangkan fakta di lapangan, di mana kerap terjadi pernikahan dini yakni sebelum mencapai usia ideal tersebut.

Menurutnya, di antara penyebab terjadinya pernikahan muda adalah fenomena pergaulan bebas di sebagian masyarakat.

“Terkadang akibat pacaran ini, yang belum usianya menikah pun sudah menikah. Mudah-mudahan hal memprihatinkan seperti ini tidak terjadi lagi,” harapnya.

Suharto menyatakan program Kampung KB Desa Radak Baru bertujuan agar masyarakat lebih mengerti arti keluarga berencana. Sehingga bisa ikut menyukseskan program pemerintah untuk mensejahterakan warga desa dan menuntaskan kemiskinan.

“Tugas kita semua Radak Baru harus maju. Tergantung kita semua. Sehebat apapun muspika, kalau tidak didukung masyarakat akan mustahil. Mari sama-sama kita sukseskan program pemerintah,” ajaknya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved