Bertemu Bupati Atbah, Ini Yang di Sampaikan Warga Jawai dan Jawai Selatan
"Banyak warga Jawai yang sakit ISPA, sesak pernapasan karena jalan yang berdebu, bila panas dan berlumpur jika hujan," tuturnya.
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS,- Siang tadi kurang lebih 150 orang masa aksi dari Kecamatan Jawai dan Jawai Selatan, kembali mendatangi Kantor Bupati Sambas untuk meminta audiensi.
Masa yang mengatasnamakan dirinya sebagai masa "Geram Menjabu" atau Gerakan Masyarakat Menuntut Janji Bupati itu, berhasil bertemu dengan Bupati. Dan diterima kurang lebih 15 orang perwakilan.
Baca: Puluhan Masa Dari Jawai dan Jawai Selatan Kembali Tuntut Janji Bupati
Baca: 18 Tahun Tak Diperbaiki, Warga Jawai Tuntut Janji Bupati Atbah
Salah satu perwakilan yang hadir dalam kesempatan tersebut, Basrun dari jawai menyampaikan bahwa, Saat ini warga dan masyarakat Jawai datang untuk menagih janji Bupati dan mengharapkan Bupati bisa mengerti akan kondisi warga jawai saat ini.
"Kami datang untuk menyampaikan bahwa kami menagih janji Bupati, untuk memperbaiki jalan kami," ujarnya, Selasa (6/11/2018).
Sementara itu, perwakilan lainnya Hasbullah Hasan warga desa sentebang Kecematan Jawai menyampaikan bahwa, akibat dari rusaknya jalan di daerah Jawai.
Mengakibatkan banyak warga masyarakat yang terkena sakit Inspeksi saluran pernafasan atas (ISPA).
"Banyak warga Jawai yang sakit ISPA, sesak pernapasan karena jalan yang berdebu, bila panas dan berlumpur jika hujan," tuturnya.
Ia juga mengatakan, bahwa sebetulnya ada banyak masyarakat yang ingin datang ke Kantor Bupati Sambas. Akan tetapi, untuk kelancaran audiensi masyarakat buang tidak bisa hadir di wakilkan oleh yang bisa datang.
Sedangkan Baini warga dari Desa Pelimpaan Kecematan Jawai mengatakan, hadirnya si mereka di kantor bupati karena Bupati buang tak kunjung memenuhi janjinya. Untuk itu mereka datang untuk mengingatkan Bupati.
"Kekecewaan masyarakat Jawai sampai saat ini karena Bupati tidak memenuhi janji sewaktu kampanye dan sekarang sudah menjelang masuk tahun ke 4," ujarnya.
"Akibatnya, Perekonomian sulit berkembang. Karena insfrastruktur jalan yang tidak layak untuk masyarakat Jawai," sambungnya.
Setelah diterima dan mendengarkan jawaban dari Bupati, mereka pun mengaku puas. Dan berjanji akan tetap mengawal jalannya program pembangunan jalan tersebut di tahun mendatang. (One)