Pengguna Internet 2018 Mendekati 160 Juta, Menkominfo Dorong Startup Manfaatkan Pasar Digital

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Second Wave kembali digelar di Kota Pontianak bertempat di STMIK Widya Dharma Pontianak

Pengguna Internet 2018 Mendekati 160 Juta, Menkominfo Dorong Startup Manfaatkan Pasar Digital
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum, Hendri Subiakto dalam Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Second Wave di Kota Pontianak bertempat di STMIK Widya Dharma Pontianak, Jalan HOS Cokroaminoto No 443, Aula Lantai 6, Sabtu, (3/11/2018). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Second Wave kembali digelar di Kota Pontianak bertempat di STMIK Widya Dharma Pontianak, Jalan HOS Cokroaminoto No 443, Aula Lantai 6 sukses digelar Sabtu, (3/11/2018).

Pada ignition, gelombang keduanya ini Gerakan Nasional 1000 Startup Digital lebih fokus dalam menjaring pelaku startup.

Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum, Hendri Subiakto pada ignition menyampaikan startup merupakan model bisnis yang sekarang telah menjadi fenomena. Indonesia ialah negara yang besar potensinya hingga jika ingin mengembang startup maka kesempatan terbuka lebar dengan pengguna internet Indonesia terus berkembang.

Jika mengembangkan startup digital di lokal Kalimantan Barat saja kata Hendri sudah ada jutaan pengguna per jam terlebih Indonesia. Kalau berbicara mengenai model bisnis startup atau pun ekonomi digital, cakupannya kata Henri Asean bahkan dunia. Ia mencontohkan Gojek yang sudah merambah ke Vietnam dan Traveloka yang merambah ke Thailand, Kamboja dan beberapa negara sekitarnya.

"Ikut didalam kompetisi ekonomi digital potensinya besar sekali. Apalagi pengguna internet di Indonesia memang berkembang terus. Anda lihat tahun 2017 pengguna internet sudah 143,26 juta, ini melebihi penduduk Malaysia plus tambah Filipina ditambah Singapore, ditambah Thailand pasti besaran kita gitu loh. Indonesia ini penduduknya besar sekali," ujar Hendri.

Perkembangan dunia digital memberi perubahan kultur generasi muda dimana semua kebutuhan ada di genggaman. Di era sekarang diakui Hendri muda-mudi memiliki karakteristik dimana internet telah menjadi bagian kehidupan. "Transformation to digital dimana terjadi pergeseran dimana aktivitas fisik telah berubah menjadi aktivitas di dunia maya dimana aplikasi-aplikasi terus berkembang dan orang-orang yang memiliki kultur seperti itu ialah Indonesia," ungkapnya.

Tahun 2018 ia mengatakan pengguna internet bisa melebihi 150 juta atau mendekati 160 juta. Jika nanti pembangunan instratruktur yang dibangun oleh Presiden Jokowi dalam menyatukan pulau-pulau otomatis pengguna internet semakin tinggi. Akses internet tidak hanya dikota-kota besar, tetapi masuk ke daerah terpencil dan terpinggir.

"Perubahan kultur, anak muda yang kita sebut sebagai generasi milenial atau net generation, itu beda dengan kami yang tua-tua. Internet itu sudah menjadi bagian dari kehidupan, ibaratnya internet itu sebagai oksigen. Kalo orang tidak bernapas pakai oksigen mati. Anak-anak sekarang kalo tidak terpasang internet selama 1 minggu, bisa juga mati. Itu lah mengapa penting memanfaatkan pasar digital dengan berani merintis startup," ungkapnya.

Ekonomi digital Indonesia terus meningkat sehingga pemerintah mulai mencoba mendorong pertumbuhan startup lokal. "Yang penting berniat, semangat, berani dan kreatif. Kita harus bersyukur bila ada masalah karena itulah peluang atau kesempatan bagi generasi muda, Gojek ada karena adanya kemacetan. Mencari solusi, kolaborasi, berbagi ide, gotong royong agar dapat menemukan strategi solusinya," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved