Geng-Geng an di Sekolah, Stay Positif Aja Guys

Juga saling bersosialisasi antara satu sama lainnya, saling mengenal dan saling berinteraksi dalam lingkup sosial dan ekonomi.

Geng-Geng an di Sekolah, Stay Positif Aja Guys
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berkelompok sejatinya memang menjadi sifat dasar manusia. Berkumpul dengan berbagai kesamaan atributif seperti selera, hobi, style dan sebagainya, dalam satu kelompok yang solid.

Nah, di sekolah, perilaku 'berkelompok' ini sebenarnya mungkin jamak kita temui dalam aktivitas belajar mengajar sehari-hari. Biasanya sih, anak-anak millenial usia sekolah seperti kita menyebutnya 'geng'.

Baca: Sutan Zico Penyerang Masa Depan Timnas Indonesia Motivasi Pemain Sepakbola di Sambas, Yuk Kenalan!

Baca: Juandi Harap Pusat Evaluasi Nilai Ambang Batas Tes CPNS

Sebenarnya, pola sosial dalam pertemanan dan persahabatan di sekolah seperti ini wajar saja sih guys. Mengingat kita semua, mau usia berapapun, sejatinya memang adalah makhluk sosial.

Setidaknya, teorinya berkata demikian. Kita kenal dengan teori zoon politicon, yang mengungkapkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang hidup bermasyarakat.

Konon, keutuhan manusia akan tercapai apabila manusia sanggup menyelaraskan perannya.

Juga saling bersosialisasi antara satu sama lainnya, saling mengenal dan saling berinteraksi dalam lingkup sosial dan ekonomi. 

Nah, dari sini sebenarnya wajar-wajar aja sih kalau kemudian kita kerap mendapati di sekolah, sebagian teman-teman memilih berkelompok-kelompok. Bikin geng-geng dengan berbagai aspek yang menyatukan geng tersebut.

Tapi harus diingat, bahwa sebenarnya pola interaksi di sekolah yang geng-geng an ini ada positif dan negatifnya juga loh. Karenanya, harus bijak-bijak agar bisa terhindar dari dampak negatifnya.

Contohnya nih ya, bikin geng-geng an lalu kemudian terlibat dalam hal-hal negatif. Seperti tawuran, atau berbagai kenakalan remaja lainnya.

Memang sih alasannya mungkin tampak 'mulia' karena dasar kesetiakawanan, jiwa korsa atau sebagainya. Tapi yang namanya tindakan negatif, ya bagaimanapun tetap negatif.

Benar tetap benar, salah tetap salah. So, bijak-bijak aja ya guys dalam berteman, apalagi jika pola pertemanan di sekolah mengacu ke pola geng-geng an segala.

Stay positif. Ambil manfaat positifnya, dan buang jauh-jauh semua hal yang bisa mengakibatkan hal-hal negatif yang sangat merugikan.

Orang bijak, bisa mengambil kebaikan dari segala sesuatu. Anak muda cerdas, tahu mana yang baik dan mana yang buruk. 

Penulis: Ishak
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved