Smart Woman

Berdayakan Masyarakat Betang, Hantar Siska Meraih Smesco Award 2018

Khususnya yang berada di rumah-rumah Betang di Kapuas Hulu, tempat ia lahir besar dan mendirikan rumah kerajinan.

Berdayakan Masyarakat Betang, Hantar Siska Meraih Smesco Award 2018
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Fransiska Mening saat menerima Smesco Award 2018 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menggeluti bidang usaha kerajinan, Fransiska Mening, merasa punya kepuasan tersendiri diluar keuntungan materi yang diperolehnya.

Pemilik rumah kerajinan Krawing Gallery ini, memang sejak awal merintis usaha miliknya dengan keinginan untuk mengajak para kaum perempuan punya keberdayaan ekonomi.

Baca: Meyakinkan Pasangan Adalah yang Utama Dalam Berwirausaha

Baca: IKIP PGRI Pontianak Menjadi Tuan Rumah Audisi Spesial Hunt Liga Dangdut Indosiar di Pontianak

Khususnya yang berada di rumah-rumah Betang di Kapuas Hulu, tempat ia lahir besar dan mendirikan rumah kerajinan.

Ia melihat, meskipun saat ini perempuan sudah ada yang bekerja di berbagai bidang misalnya kerja kantoran, dan punya karir yang bagus, itu hanya segelintir saja.

Nun jauh di pedalaman sana, ada banyak perempuan yang tidak bekerja, padahal mereka punya potensi dan dapat diberdayakan, karena Siska yakin, untuk menjadi sukses tidak harus diraih dengan pendidikan tinggi, bisa dengan kreatifitas.

Dari keyakinan itulah, ia mulai memberdayakan para perempuan di rumah Betang untuk membuat berbagai kerajinan seperti cincin, gelang, kalung, tas dan berbagai souvenir lainnya yang terbuat dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar seperti rotan, resam, daun prupok ( pandan berduri) dan akar anggrek Hutan yang mereka ambil di hutan.

Kini, memasuki tahun keenam upayanya memberdayakan para perempuan di Kapuas Hulu, sudah puluhan orang yang bisa mendapat keuntungan ekonomi dari kerajinan yang mereka buat.

Bahkan pada tahun lalu, total yang tercatat Rp 140 juta diperoleh seluruh pengrajin di Betang Lauk Rugun.

selain Betang Lauk Rugun, Betang Nyabau dan Betang Unggak.Franciska mening kembali memperdayakan Para Narapida Perempuan Rutan Putussibau, Kapuaa Hulu yang di kepalai oleh Mulyoko.

"Apa yang saya ambil ini bahan-bahan dari alam dan saya mesejahterakan orang banyak, tidak hanya pribadi saya yang sejahtera," kata Siska.

Meskipun untuk bicara kekayaan secara materi, menurut Siska sulit diraih ketika menjadi pengrajin, namun kebahagiaan saat bisa berbagai dengan para pengrajin lain adalah kepuasan tersendiri.

"Kalau saya datang disambut pengrajin, dengan wajah penuh harapan, dengan sepenuh hati, mereka tidak bisa munafik, mereka total bahagia nya saya kadang juga menangis lihat mereka senang lihat kita datang bawa duit, hasil kerajinan mereka" kata Siska saat menceritakan pengalamannya.

Keuntungan yang didapatnya, terasa lebih sempurna saat melihat para pengrajin juga bahagia.

Hanya saja, saat ini ketersediaan bahan yang semakin jauh di hutan menjadi hembatan bagi pengrajin.

Penulis: Bella
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved