Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan III 2018 Aman

Dilansir dari siaran pers website resmi Kemnekeu, Menkeu juga menyampaikan beberapa indikator perekonomian yang mendukung pernyataannya tersebut.

Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan III 2018 Aman
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berdasarkan hasil rapat koordinasi berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tanggal 25 Oktober 2018 menyimpulkan Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia periode triwulan III 2018 secara keseluruhan relatif terjaga.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang juga sekaligus merupakan koordinator KSSK dalam Siaran Pers di Gedung Juanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (01/11/2018).

Baca: Tiga Negara Tujuan Ekspor Kalbar Terbesar

Baca: Ekspor Kalbar Oktober Anjlok, Berikut Tiga Komoditi Unggulan Kalbar

Dilansir dari siaran pers website resmi Kemnekeu, Menkeu juga menyampaikan beberapa indikator perekonomian yang mendukung pernyataannya tersebut.

Selain Menkeu, Gubernur Bank Indonesia, para pimpinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga menyampaikan update informasi dari sektornya masing-masing.

Kesimpulan dari rapat tersebut, untuk periode triwulan III 2018 secara keseluruhan stabilitas sistem keuangan kita adalah relatif terjaga atau aman. Beberapa indikator yang menopang kesimpulan KSSK ditunjukkan dari pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga, inflasi rendah, cadangan devisa yang memadai, fluktuasi nilai tukar yang terkendali.

Bahkan defisit APBN juga menunjukkan trend yang menurun serta keseimbangan primer yang semakin mendekati nol. Beberapa indikator yang menopang assessment dari KSSK adalah pertumbuhan ekonomi kita yang masih terjaga di atas 5%, tingkat inflasi yang rendah dan stabil, dan juga cadangan devisa yang memadai, volatilitas nilai tukar yang terkendali.

Dari sisi APBN defisit APBN yang mengecil bahkan keseimbangan primer yang jauh lebih baik mendekati nol dibandingkan periode-periode sebelumnya. Lebih lanjut, Menkeu menegaskan bahwa di tengah situasi perang dagang antara Amerika Serikat dengan mitra dagang utamanya serta kebijakan proteksionisme yang dilakukan negara tersebut, kondisi APBN Indonesia sampai saat ini masih sangat baik.

Kondisi APBN negara kata Sri juga dalam posisi yang sangat baik. Pertumbuhan pendapatan negara 19%. Pertumbuhan dari pendapatan perpajakan 16,5% (lebih tinggi dari tahun lalu). Ini menggambarkan perekonomian dan APBN kita dalam kondisi yang sangat baik.

Menkeu bahkan memperkirakan bahwa defisit anggaran sampai akhir tahun 2018 akan lebih rendah dari yang diperkirakan pada UU APBN 2018.

Defisit negara saay ini berada di posisi Rp200 triliun atau 1,35% dari GDP. Outlook dari APBN kita sampai dengan akhir tahun defisitnya yang tadinya di Undang-Undang APBN disebutkan 2,19% kemungkinan besar realisasinya akan terjadi di bawah 2% bahkan bisa mendekati 1,83%.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved