Gelar Workshop, BEI: Jangan Menunggu Besar Baru Go Public

Kota Pontianak menjadi salah satu kota potensial yang menjadi target sosialisasi dalam rangka memperkenalkan peluang pendanaan pasar modal.

Gelar Workshop, BEI: Jangan Menunggu Besar Baru Go Public
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Workshop Go Public di Hotel Mercure Pontianak, Jumat (2/11/2018). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak menjadi salah satu kota potensial yang menjadi target sosialisasi dalam rangka memperkenalkan peluang pendanaan pasar modal.

Setelah dilakukan beberapa kali workshop, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menggelar Workshop Go Public di Hotel Mercure Pontianak, Jumat (2/11/2018).

Pasar modal mempunyai dua sisi selain menawarkan investor yang memiliki kelebihan dananya untuk berinvestasi. Pasar modal juga menawarkan pendanaan kepada pelaku bisnis, selain yang bersumber dari pendanaan perbankan yaitu dari pasar modal. 

Baca: Edi Kamtono Serahkan Masalah Batas Wilayah Perumnas IV Kepada Kemendagri

Kegiatan penyelenggaraan kegiatan Workshop Go Public Pontianak ini
didukung JAPNAS Wilayah Kalimantan Barat, HIPMI Kalimantan Barat, dan REI Provinsi Kalimantan Barat yang telah berkenan bekerjasama dengan OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Kepala Divisi Privatisasi, Start-up, SME dan Foreign Listing Bursa Efek Indonesia, Saptono Adi Junarso mengatakan acara ini diadakan untuk berbagi informasi dan berdiskusi mengenai proses go public untuk dapat mendorong pertumbuhan perusahaan, khususnya kepada perusahaan-perusahaan yang berdomisili dan beroperasi di wilayah Kalbar. 

"Indonesia memiliki banyak sekali perusahaan di berbagai sektor usaha dengan potensi pertumbuhan yang menjanjikan. Pada umumnya perusahaan telah memanfaatkan pinjaman dari perbankan sebagai sumber pendanaan. Di sisi Iain, pasar modal Indonesia juga menawarkan akses pendanaan jangka panjang melalui go public," ungkap Adi.

Selain untuk mendapatkan pendanaan, go public kata Adi go puclic diharapkan akan membuat perusahaan semakin berkembang sekaligus bertransformasi menjadi perusahaan dengan implementasi corporate governance yang lebih baik. 

"Dapat kami sampaikan bahwa saat ini minat perusahaan dalam negeri untuk go public dan menjadi perusahaan tercatat di Bursa terus mengalami peningkatan. Hal tersebut tercermin dari jumlah perusahaan yang go public dan tercatat pada tahun 2017 mencapai 37 perusahaan, yang mana merupakan rekor tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia," ujarnya. 

Trend go public tersebut terus berlanjut di tahun 2018, dimana hingga 30 Oktober 2018 telah tercatat 46 perusahaan go public baru dan tercatat di Bursa Efek Indonesia, sehingga total emiten BEI saat ini telah mencapai 608 emiten saham. 

"Besaran nilai penggalangan dana melalui pasar modal, tercatat total pendanaan perusahaan dari pasar modal baik melalui penerbitan saham maupun obligasi di tahun 2017 mencapai Rp811,81 triliun dan untuk tahun 2018 sampai dengan tanggal 30 Oktober 2018 adalah sebesar Rp680,4 triliun," ungkapnya.

Hal ini kata Adi jelas menandakan tingginya minat investor untuk berinvestasi pada berbagai perusahaan yang tercatat di Bursa, khususnya dalam hal ini perusahaan yang baru go public dan tercatat di Bursa pada tahun 2017 dan 2018. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat, perekonomian Kalbar tumbuh sebesar 5,18 persen pada triwulan H tahun 2018 biIa dibandingkan periode yang sama tahun 2017. 

Ini kata Adi menunjukkan tingginya peluang para perusahaan di Provinsi Kalimantan Barat untuk bertumbuh. Dengan fakta tersebut, Bursa Efek Indonesia bermaksud mendukung para perusahaan di Provinsi Kalbar untuk menangkap peluang tersebut dengan memanfaatkan pendanaan dari pasar modal dalam rangka mendukung pertumbuhan usahanya.
Pihaknya berharap workshop dapat memberikan inspirasi kepada para pengusaha khususnya pengusaha di Provinsi Kalbar agar perusahaanya mempunyai visi untuk melantai di BEI. 

"Kami yakin bahwa waktu yang baik bagi perusahaan untuk melakukan go public adalah "sekarang'. Pasar Modal Indonesia bukan hanya merupakan akses yang tepat bagi para pengusaha untuk mendapatkan pendanaan perusahaan, namun juga merupakan langkah tepat untuk menambah kepercayaan dari masyarakat luas dan meninggalkan kebanggaan bagi anak cucu. Ingat Jangan menunggu besar untuk go public, tapi jadilah besar dengan go public," ungkapnya.

Penulis: Maskartini
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved