Juri Lomba Masakan Tradisional di Festival Danau Sentarum, Chef Asal Jepang Olah Sashimi Ikan Toman

Sashimi merupakan makanan Jepang yang bahannya dari hasil laut yang masih terjaga kesegarannya dan langsung dimakan dalam keadaan mentah

Juri Lomba Masakan Tradisional di Festival Danau Sentarum, Chef Asal Jepang Olah Sashimi Ikan Toman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINI
Hasil olahan Chef Jepang Sashimi menggunakan bahan baku ikan toman dalam Lomba Masakan Tradisional yang merupakan rangkaian Festival Danau Sentarum 2018 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mempertahankan kearifan lokal khususnya kuliner tradisional Yayasan Riak Bumi di Balai Adat kecamatan Batang Lupar menggelar Lomba Masakan Tradisional.

Lomba yang merupakan rangkaian Festival Danau Sentarum yang digelar 25-29 Oktober ini dengan mengangkat tema bahan dari alam Danau Sentarum.

Lomba ini mendatangkan expert dari Jepang. Selain Jepang, juri lainnya berasal dari Jakarta dan Surabaya.

Salah satu pemandangan menarik usai melakukan penjurian adalah aksi para juri Lomba Masakan Tradisional salah Jepang yang memasak Sashimi menggunakan bahan baku ikan toman. 

Baca: Raih Sertifikasi Biosfer Dunia, Kepala Balai Besar TNBKDS Target Pasar Internasional

Baca: Ribuan Masyarakat Padati Lokasi Penutupan Festival Danau Sentarum, Sejumlah Kepala Daerah Hadir

Sashimi merupakan makanan Jepang yang bahannya dari hasil laut yang masih terjaga kesegarannya dan langsung dimakan dalam keadaan mentah bersama penyedap seperti kecap asin, parutan jahe, dan wasabi.

Jika Sashimi di Jepang menggunakan hasil laut segar seperti ikan, kerang, dan udang karang dihidangkan dalam bentuk irisan kecil yang mudah dimakan. Kali ini Sashimi menggunakan bahan ikan toman dan tidak menggunakan penyedapnya seperti kecap asin, parutan jahe, dan wasabi.

Sashimi sendiri dinikmati dengan tsuma yang merupakan sebutan untuk bahan makanan penyerta yang bisa berupa lobak yang dipotong panjang-panjang dengan ukuran sangat halus, daun berwarna hijau yang disebut Oba (Aojizo), atau rumput laut seperti Wakame dan Tosakanori. Chef Norito menggantinya dengan nanas, timun yang diiris kecil, bawang, labu kuning, dan bumbu masak yang diracik menggunakan hasil hutan.

Makanan asal Jepang ini biasanya dinikmati dalam keadaan mentah, mulai dari potongan mentah daging kuda (basashi), daging ayam (torisashi), hati ayam atau hati sapi, sampai pada potongan konnyaku dan kembang tahu yang disebut yuba. Kali ini chef dengan menggunakan ikan toman merebus terlebih dahulu ikan hasil danau agar tidak berbau amis.

Chef Norito mengatakan Sashimi menggunakan bahan ikan toman dari danau sedikit berbeda. "Kalau di Jepang menggunakan ikan mentah, pada kesempatan ini kami merebusnya. Sebelum direbus, dibubuhi tepung sagu dan di campur daun singkong dan daun sengkubang (pengganti micin)," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved