Bukit Tiang Tanjung, Tantangan dan Kearifan Lokal Masyarakat Tiang

Komunitas Djelajah Borneo sendiri, merupakan komunitas pecinta alam yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa juga para pekerja

Bukit Tiang Tanjung, Tantangan dan Kearifan Lokal Masyarakat Tiang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ BELLA
Memperingati hari Sumpah pemuda yang jatuh pada setiap tanggal 28 Oktober, Komunitas Djelajah Borneo melakukan pendakian dan upacara hari sumpah pemuda di Bukit Tiang Tanjung, di Dusun Tiang, Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak pada Minggu (28/10 /2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memperingati hari Sumpah pemuda yang jatuh pada setiap tanggal 28 Oktober, Komunitas Djelajah Borneo melakukan pendakian dan upacara hari sumpah pemuda di Bukit Tiang Tanjung, di Dusun Tiang, Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak pada Minggu (28/10 /2018).

Sebanyak 18 orang yang merupakan anggota komunitas, melakukan pendakian untuk membacakan Sumpah Pemuda di atas Bukit dengan ketinggian 684 mdpl itu.

Baca: Aliansi Pemuda Mahasiswa Kalimantan Barat Gelar Aksi Damai Peringatan 90 Tahun Hari Sumpah Pemuda

Baca: IMTEK: Sumpah Pemuda Momentum Penting Untuk Jaga Persatuan Dan Konsolidasi Pemekaran KSU

Komunitas Djelajah Borneo sendiri, merupakan komunitas pecinta alam yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa juga para pekerja dari berbagai bidang.

Selain memiliki kesamaan hobi, yaitu berpetualang di alam, mereka juga memiliki tujuan yang sama, yaitu mengeksplor keindahan alam Kalimantan.

Itulah mengapa, selain pada moment tertentu, misalnya hari sumpah pemuda, HUT RI dan moment lainnya, komunitas yang berdiri sejak 2016 itu, rutin melakukan jelajah alam setiap bulannya.

Bukit Tiang Tanjung, menjadi lokasi yang dipilih karena lokasi cukup terjangkau dalam waktu dua hari, dan belum terlalu dieksplor.

Padahal, Bukit Tiang memiliki keindahan dan kekayaan yang tak kalah jika dibandingkan dengan bukit-bukit lainnya di Indonesia.

Menurut mantan Kepala Desa, Bernadus, Bukit Tiang Tanjung berasal dari bahasa Dayak Kendayan yang menjadi penduduk sekitar Bukit, disebut Tiang atau Tiak'ng (bahasa Kendayan) karena bentuk Bukit yang menyerupai tiang, dan Tanjung atau Tanyuk'ng (bahasa Kendayan)  karena berada di sebuh Tanjung yang diapit dua Sungai besar.

Itulah mengapa, saat banjir melanda wilayah sekitar, Desa yang berada di daerah Bukit justru terhindar dari banjir.

Halaman
12
Penulis: Bella
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved