Aliansi Pemuda Mahasiswa Kalimantan Barat Gelar Aksi Damai Peringatan 90 Tahun Hari Sumpah Pemuda

Aliansi Pemuda Mahasiswa Kalimantan Barat (APMKB) menggelar aksi damai peringatan 90 tahun hari sumpah pemuda.

Aliansi Pemuda Mahasiswa Kalimantan Barat Gelar Aksi Damai Peringatan 90 Tahun Hari Sumpah Pemuda
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DAVID NURFIANTO
Puluhan Peserta Aksi Pemuda Mahasiswa Kalimantan Barat (APMKB), di Bundaran Digulis Untan (30/10/2018) sore 

Ia menuturkan masalah umum dan khusus tersebut dialami oleh mayoritas pemuda Indonesia.

Pemuda buruh sebagai bagian kekuatan produktif modern, menghadapi penindasan dan penghisapan yang berlipat melalui skema politik upah murah (perampasan upah melalui PP Nomor 78 Tahun 2015 dan tenaga kerja fleksibel melalui sistem kerja kontrak jangka pendek dan outsourching).

Sedangkan pemuda tani memiliki problem umum yang sama dengan kaum tani, yakni penghisapan sistem setengah feodal.

Basis bagi penghisapan sistem setengah feudal adalah monopoli tanah, ekonomi komoditi dengan orientasi ekspor, produksi skala besar dalam perkebunan atau sektor agraria lainnya.

Keadaan ini membuat pemuda tani tidak mampu mengembangkan kekuatan produktif karena sistem itu tidak membutuhkan tenaga yang trampil dan terdidik baik serta diupah secara murah.

Selain itu larangan pembakaran lahan untuk pembukaan ladang dan rendahnya harga komoditi pertanian seperti karet, jagung, pinang dan lain sebagainya mengalami penurunan dan menjadikan perekonomian pemuda tani semakin merosot ke jurang kemiskinan.

Dan juga ketersediaan lapangan pekerjaan yang minim dan tidak adanya jaminan pekerjaan yang layak dari pemerintahan semakin menambah angka pengangguran.

Di tahun 2018 angka pengangguran di indonesia mencapai 6,87 juta jiwa sesuai dengan data yang di keluarkan oleh BPS di tahun 2018.

Di sektor pendidikan mahalnya biaya pendidikan menjadi factor utama tingginya angka putus sekolah dari tingkatan dasar sampai pendidikan tinggi.

Pada tahun 2013, angka putus sekolah mencapai 182.773 anak. Sementara tingkatan SMP mencapai 209.976 anak. Sedangkan tingkatan SMA yang putus sekolah sebanyak 223.676 anak.

Halaman
123
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved