Berita Video

OJK Sebut Jumlah Premi Asuransi Jiwa Konvensional Capai Rp 945 Miliar

Riezky mengaku perkembangan industri asuransi di Provinsi Kalbar sangat pesat, tercermin dari jumlah premi perusahaan asuransi jiwa

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Moch Riezky F Purnomo mengatakan Industri Asuransi merupakan salah satu industri yang penting di dalam sistem keuangan. Industri asuransi kata Riezky berperan dalam penyerapan resiko bisnis dan mitigasi resiko untuk setiap risk event yang mungkin terjadi dalam dunia bisnis.

Selain itu secara retail industri asuransi juga berperan serta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan di negara maju dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi seperti jepang, kepemilikan asuransi termasuk dalam salah satu budaya masyarakat.

Baca: Hore! Guru SD Ini Dapat Doorprize Sepeda Motor di Jalan Sehat Insurance Day

Baca: Saeful: Asuransi Itu Murah, Mulai Dari Rp10 Ribu

"Oleh karena dengan asuransi kita dapat melindungi diri dan keluarga terhadap resiko resiko yang mungkin terjadi di masa depan seperti sakit atau kecelakaan. Dari 109 perusahaan Industri Jasa Keuangan yang berada di wilayah kerja KOJK Provinsi Kalbar terdapat 18 perusahaan Asuransi Jiwa, 1 Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah, 27 Perusahaan Asuransi Umum dan 2 Perusahaan Asuransi Wajib," ujarnya.

Riezky mengaku perkembangan industri asuransi di Provinsi Kalbar sangat pesat, tercermin dari jumlah premi perusahaan asuransi jiwa konvensional yang pada Juni 2018 mencapai Rp945 miliar dengan jumlah klaim Rp484 miliar. Selain itu untuk jumlah premi asuransi umum tercatat sebesar Rp295 miliar dan dengan jumlah klaim Rp71 mikiar," ujarnya.

Selain itu dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Provinsi Kalbar. Riezky juga menginformasikan bahwa terdapat pemberian Asuransi Umum Terhadap Tani Padi (AUTP) yang telah mengcover 2,9 juta hektare lahan padi di Provinsi Kalbar dengan jumlah premi tercatat sebesar Rp 430 juta dan jumlah klaim tercatat sebesar Rp637 Juta.

"Selain itu terdapat pemberian Asuransi Umum Ternak Sapi (AUTS) di Provinsi Kalbar, tercatat sejumlah 38 sapi yang sudah mendapatkan asuransi dengan jumlah premi Rp7,6 juta dan klaim tercatat sebesar Rp13,2 juta. Selain itu, terdapat pemberian Asuransi Nelayan dengan total klaim tercatat sebesar Rp963 juta," ujar Riezky.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved