Adventorial

Hepatitis Jadi Ancam, HMJ Teknologi Laboratorium Medik Poltekkes Kemenkes Pontianak Gelar Seminar

Hepatitis menjadi isu kesehatan yang akhir-akhir ini cukup menyita perhatian di Kalbar. Terlebih beberapa waktu lalu

Hepatitis Jadi Ancam, HMJ Teknologi Laboratorium Medik Poltekkes Kemenkes Pontianak Gelar Seminar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Peserta antusias mendengarkan pemaparan materi dari narasumber Seminar Kesehatan yang digagas HMJ Teknologi Laboratorium Medik, Poltekkes Kemenkes Pontianak, di Aula Kantor Kemenag Kalbar, Sabtu (20/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hepatitis menjadi isu kesehatan yang akhir-akhir ini cukup menyita perhatian di Kalbar. Terlebih beberapa waktu lalu, beberapa wilayah di Kalbar menjadi daerah dengan Kondisi Luar Biasa (KLB) Hepatitis.

Situasi inipun memantik perhatian Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknologi Laboratorium Medik (Populer juga dengan nama Analis Kesehatan) Poltekkes Kemenkes Pontianak. Sebuah seminar pun lantas digagas.

"Acara ini adalah seminar yang kami hadirkan secara khusus untuk meningkatkan kompetensi ATLM (Ahli Teknologi Laboratorium Medis) di laboratorium dalam mendiagnosis virus Hepatitis," ujar Ketua Panitia Seminar Kesehatan HMJ Teknologi Laboratorium Medik, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Roup, Sabtu (20/10/2018).

Baca: Guru SMA Maju Caleg, Sholihin: Saya Ingin Kawal Pemerataan Pendidikan di Kota Pontianak

Maksud dan tujuan tersebut pun agaknya memang tertuang dalam tema besar yang di angkat dalam seminar ini. Yakni 'Peningkatan Kompetensi ATLM Dalam Mendiagnosa Virus Hepatitis'.

Ia mengungkapkan, pihaknya melihat Hepatitis sebagai penyakit yang menjadi ancaman serius di Kalbar. Banyaknya kasus penderita Hepatitis di Kalbar, jadi alasan kuat untuk hal tersebut.

Situasi inipun menurutnya berkolerasi langsung dengan pihaknya dan tenaga ATLM profesional. Sebab, sebagai pemeriksa pertama dari sampel,  ATLM harus punya kompetensi mumpuni.

"Jika tak punya punya kompetensi, bisa salah diagnosa. Hasilnya bisa fatal. Karena setelah dari laboratorium, baru langkah selanjutnya dokter yang menentukan penanganan terhadap pasien. Kalau salah diagnosis, bisa fatal terhadap si pasien," pungkasnya.

Penulis: Ishak
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved